Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang laki-laki bersenjata ditembak oleh pemasok Secret Service Amerika Serikat (AS), secara kegunaan sama dengan sama dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), di pusat kota Washington, Senin (4/5/2026) waktu setempat. Insiden ini sempat memicu penguncian (lockdwon) area di sekitar Gedung Putih.
Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, mengatakan penembakan terjadi di dekat area National Mall. Ini tak lama setelah iring-iringan kendaraan nan membawa Wakil Presiden JD Vance melintas.
Meski waktunya berdekatan, Quinn menegaskan pihaknya belum menemukan indikasi bahwa wakil presiden menjadi target. Ia juga belum dapat memastikan apakah kejadian ini berangkaian dengan upaya pembunuhan sebelumnya terhadap Presiden Donald Trump.
"Saya tidak bakal memperkirakan soal itu. Apakah ini ditujukan kepada presiden alias tidak, saya tidak tahu, tetapi kami bakal mengetahuinya," ujar Quinn kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Selasa (5/5/2026).
Menurut Quinn, kejadian bermulai saat pemasok Secret Service mengidentifikasi seorang "individu mencurigakan" nan diduga membawa senjata api. Saat didekati, laki-laki tersebut melarikan diri dengan melangkah kaki sebelum akhirnya mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan.
Agen kemudian membalas tembakan dan sukses melumpuhkan tersangka. Pria tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit, namun kondisi terkininya belum diungkap secara rinci.
Dalam kejadian ini, seorang saksi mata nan tetap remaja dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara pihak berkuasa tetap menyelidiki motif di kembali tindakan penembakan terbaru tersebut.
Insiden tersebut terjadi hanya berselang sedikit lebih dari sepekan setelah kasus terpisah di Washington, ketika seorang laki-laki bersenjata mencoba menerobos keamanan hotel tempat Presiden Trump menghadiri acara. Pelaku, Cole Allen (31), telah didakwa atas tuduhan percobaan pembunuhan presiden.
(tfa/tfa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·