Presiden AS Donald Trump mengkritik kebijakan Keir Starmer mulai dari rumor daya hingga penolakan pangkalan militer Inggris untuk operasi ofensif terhadap Iran.(White House)
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan komentar mengenai situasi politik di Inggris dan sosok Keir Starmer nan baru saja menyatakan mundur. Saat menjawab pertanyaan dari BBC di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menyebut Starmer sebagai "pria nan menyenangkan" dan "semacam kawan saya", namun dia tidak segan melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan energi, imigrasi, dan kejahatan nan diambil Starmer.
Trump kembali mengkritik kebijakan Partai Buruh mengenai daya di Laut Utara, nan dia sebut sebagai "salah satu ladang terbesar di dunia". Tak hanya itu, Trump juga menyoroti penolakan awal pemerintah Inggris untuk mengizinkan jet tempur AS lepas landas dari pangkalan militer Inggris guna melakukan operasi ofensif terhadap Iran dalam Operation Epic Fury.
Menurut Trump, keputusan tersebut memberikan akibat politik nan besar bagi Starmer sebelum dia mundur.
"Keputusan itu sangat menyakitinya, sangat menyakitinya," kata Trump. "Namun, saya mendoakan nan terbaik untuknya."
"Omong-omong, Starmer tidak ada di sana," tambah Trump tanpa diminta saat membahas sekutu NATO AS. "Dan tahukah Anda? Rakyat Inggris tidak suka dia tidak ada di sana."
Perubahan nada bicara Trump ini memperlihatkan rasa kecewa lantaran menganggap Inggris kandas membantu AS di saat nan dibutuhkan. Meski begitu, agenda konvensi pers tersebut berhujung sebelum Trump sempat dimintai pendapatnya mengenai Andy Burnham, calon kuat pengganti Starmer.
Dukungan Mantan Menteri Pertahanan
Di tengah kritik dari luar negeri dan tekanan domestik, support moral datang dari mantan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. Melalui serangkaian unggahan di media sosial X, Healey memuji Starmer atas jasanya membawa Partai Buruh kembali ke pemerintahan setelah sempat mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah partai.
"Starmer telah menunjukkan kekuatan besar dengan mengutamakan pelayanan publik," tulis Healey. Ia juga menambahkan bahwa saat ini adalah waktu bagi "kita semua di pemerintahan dan di Partai Buruh untuk berasosiasi agar kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya."
Sebagai informasi, Healey sendiri baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan pada 11 Juni lalu. Langkah itu dia ambil setelah menilai bahwa rencana investasi pertahanan Inggris saat ini tetap jauh dari kata cukup untuk menghadapi situasi dunia nan dinilai berbahaya. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·