Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyebut bentrok dengan Iran sebagai persoalan mini bagi negaranya. Pernyataan itu disampaikan ketika perang nan telah berjalan enam bulan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda berhujung dan telah menewaskan 18 personel militer AS serta ribuan penduduk Iran.
Trump menyampaikan perihal itu pada Jumat (4/9) waktu setempat di Ruang Oval Gedung Putih. Ia merespons pernyataan Wakil Presiden JD Vance nan sehari sebelumnya mengatakan dirinya tidak menyebut bentrok tersebut sebagai perang meski bentrok antara AS dan Iran meningkat di sekitar Selat Hormuz.
"Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya bentrok militer lantaran bagi kami ini hanya persoalan kecil," kata Trump kepada wartawan.
Menurut Trump, bentrok dengan Iran bukan persoalan besar bagi Amerika Serikat. Ia apalagi membandingkannya dengan operasi militer AS sebelumnya seperti di Venezuela.
"Ini bukan perihal besar. Kami sudah melakukan perihal nan sama di Venezuela, dan sekarang kami melakukan ini," ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah situasi nan justru semakin rumit di Selat Hormuz. Trump menyatakan militer AS tetap melakukan serangan secara berkala tetapi menegaskan Amerika Serikat tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif. Ia kembali menyatakan Amerika Serikat pada dasarnya menguasai Selat Hormuz dan telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer Iran.
"Kami melakukan serangan secara berkala, tetapi saat ini kami tidak sedang bertempur," kata Trump.
"Apa nan kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami juga telah mengambil alih Iran," ujar Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintahan Trump menghadapi tekanan politik akibat dampak bentrok terhadap nilai bahan bakar. Kenaikan nilai daya berpotensi menjadi persoalan bagi Partai Republik menjelang pemilihan sela alias midterm elections pada November.
Ketika ditanya mengenai pernyataannya bahwa perang tersebut hanya persoalan mini meski 18 personil militer AS telah tewas, Trump menunjukkan kemarahan. Ia kemudian membandingkan bentrok Iran dengan perang panjang Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.
"Saya rasa tidak krusial apa nan Anda sebut bentrok ini. nan krusial adalah kami telah mencapai keberhasilan besar. Kami menghentikan Iran mempunyai senjata nuklir," tegasnya.
Perang nan telah berjalan selama enam bulan itu sekarang dalam situasi tanpa penyelesaian nan jelas. Di satu sisi, Washington menyatakan telah melemahkan keahlian militer dan program nuklir Iran. Di sisi lain, gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz terus menjadi ancaman terhadap pasokan daya dan nilai bahan bakar. (AFP/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·