Donald Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato nan disiarkan televisi mengenai bentrok Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden AS, Donald Trump, telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal-kapal mini Iran nan menyebarkan ranjau di Selat Hormuz.

Mengutip AP, pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis (23/4), sehari setelah Iran kembali menunjukkan kemampuannya untuk menghalangi lampau lintas di jalur tersebut.

Trump juga mengumumkan bahwa gencatan senjata di Lebanon bakal diperpanjang selama tiga minggu. Unggahannya di media sosial mengenai kapal-kapal mini tersebut muncul tak lama setelah militer AS menyita sebuah kapal tanker lain nan mengenai dengan penyelundupan minyak Iran.

Tindakan ini meningkatkan ketegangan dengan Teheran di selat nan dilewati oleh 20 persen dari seluruh perdagangan minyak mentah dan gas alam bumi selama masa damai.

"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil... nan menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz," tulis Trump seperti nan dilaporkan AP, Jumat (24/4).

Ia menambahkan bahwa kapal penyapu ranjau AS "sedang membersihkan Selat tersebut saat ini."

"Dengan ini saya memerintahkan agar aktivitas tersebut terus berlanjut, tetapi dengan tingkat intensitas nan naik tiga kali lipat!" tambahnya.

Keputusan untuk memperpanjang jarak pertempuran antara Israel dan golongan militan Hizbullah di Lebanon tercapai dalam pertemuan di Gedung Putih antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat.

Sementara itu, tetap belum jelas kapan, alias apakah AS dan Iran bakal berjumpa kembali di ibu kota Pakistan, Islamabad. Di sana, para mediator sedang mencoba mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik guna mengakhiri bentrok tersebut.

Negosiasi nan awalnya direncanakan minggu ini tidak terlaksana. Iran bersikeras tidak bakal datang sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Sebaliknya, Gedung Putih menegaskan tidak bakal berperan-serta sampai Teheran membuka selat tersebut bagi lampau lintas internasional.

Paus Leo XIV, dalam perjalanan pulang dari Afrika, mendesak AS dan Iran untuk kembali berbincang guna mengakhiri perang.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan