Donald Trump Mulai Pangkas Ratusan Staf Intelijen AS Lewat William Pulte

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Donald Trump Mulai Pangkas Ratusan Staf Intelijen AS Lewat William Pulte Plt Direktur ODNI William Pulte targetkan pemangkasan ratusan staf di tengah kecaman Kongres.(AFP)

GELOMBANG pemangkasan staf berskala besar di lingkup Badan Intelijen Amerika Serikat resmi dimulai pada Senin waktu setempat. Langkah ini diambil oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Intelijen Nasional (DNI) pilihan Presiden Donald Trump, William Pulte.

Seorang sumber nan mengetahui masalah ini mengonfirmasi kepada CNN mengenai dimulainya kebijakan tersebut.

"Pemecatan deep state telah dimulai," ujar sumber tersebut, meski menolak memberikan rincian mengenai jumlah posisi nan dipangkas.

Sebelumnya, Pulte dilaporkan berencana memangkas ratusan pekerjaan di Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI). Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional (NCTC) serta Pusat Kontra-intelijen dan Keamanan Nasional diperkirakan bakal menjadi lembaga nan terdampak paling parah. Pekan lalu, Pulte apalagi mengejutkan mantan kepala Tulsi Gabbard lantaran datang sehari lebih awal dan langsung meminta daftar seluruh staf di instansi tersebut.

Protes Keras dari Kongres

Langkah garang Pulte langsung memicu reaksi keras dari Kongres. Para petinggi Partai Demokrat di Komite Intelijen Senat dan DPR AS melayangkan surat peringatan kepada Pulte mengenai akibat besar di kembali pemotongan tenaga kerja intelijen ini.

Senator Mark Warner dan Anggota DPR Jim Himes menuliskan kekhawatiran mereka dalam surat tersebut.

"Kami prihatin dengan laporan bahwa Anda beriktikad memecat alias merumahkan ratusan petugas Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) paling sigap minggu ini."

"Meskipun ada ruang untuk mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja ODNI secara bertanggung jawab, pemotongan besar-besaran apa pun bakal menyusul perampingan substansial nan telah terjadi pada tahun 2025 dan berisiko membahayakan misi organisasi nan secara definitif dibentuk setelah 9/11 untuk mencegah serangan teroris serupa di masa depan," tulis para personil parlemen.

Mereka juga menyindir kurangnya pengalaman Pulte di organisasi intelijen dan menegaskan bahwa perampingan struktural nan signifikan tidak sepatutnya dilakukan oleh pejabat berstatus pelaksana tugas tanpa berkonsultasi dengan Kongres.

Arahan Langsung Donald Trump

Di sisi lain, pihak Gedung Putih memihak kebijakan ini dengan merujuk pada unggahan Donald Trump di media sosial Truth Social nan memang menginstruksikan perampingan tersebut.

"Saya telah menunjuk William Pulte sebagai Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional, nan bakal mengambil alih pada 19 Juni, dan telah memintanya untuk melaksanakan perampingan instansi nan segera dan diperlukan, mengembalikan staf ke agensi asal mereka," tulis Trump.

Pulte sekarang mengawasi 18 badan intelijen di AS. Penunjukannya sempat memicu ketegangan di Capitol Hill, tempat para personil parlemen sebelumnya berupaya mengonfirmasi Jay Clayton untuk posisi permanen sebelum akhirnya Trump membatalkannya secara tiba-tiba. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia