Jakarta -
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat kian perkasa di hadapan mata duit rupiah hingga penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/7). Saat ini, mata duit Paman Sam ditutup pada level Rp 18.100-an.
Dikutip dari Bloomberg, dolar AS menguat 0,63% ke level Rp 18.128 hingga penutupan perdagangan hari ini. Mata duit Paman Sam itu bergerak menguat apalagi sejak awal pembukaan perdagangan tadi pagi.
Pagi tadi, dolar AS menguat 0,36% ke Rp 18.079. Sementara pada penutupan penutupan sebelumnya, Rabu (8/7), dolar AS sendiri tercatat menguat ke Rp 18.014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan rupiah terjadi akibat sejumlah sentimen. Di global, pergerakan nilai tukar rupiah terjadi imbas sikap Presiden AS, Donald Trump, nan menakut-nakuti Iran dengan sejumlah serangan baru.
"Serangan baru terhadap Iran nan bermaksud untuk menjaga Selat Hormuz nan krusial tetap terbuka untuk lampau lintas, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir," terang Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).
Sementara untuk sentimen domestik, penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nan lebih sigap pada semester I-2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar. APBN 2026 diketahui tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Selain itu, sentimen pelemahan juga terjadi imbas survei konsumen nan merosot untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, mencapai titik terlemahnya sejak September lalu. Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Konsumen periode Juni 2026 nan mengindikasikan adanya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional.
Kemudian berasas berdasarkan info makro nan dirilis bank sentral, nomor Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 bertengger di level 117,8. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan nan konsisten jika dibandingkan dengan pencapaian pada Mei 2026 nan sempat berada di level 120,9, alias posisi awal tahun pada Januari 2026 nan sempat perkasa di level 127,0.
"Pada perdagangan sore ini, mata duit rupiah ditutup melemah tajam 114 point sebelumnya sempat melemah 115 point dilevel Rp 18.128 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.014. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata duit rupiah naik turun namun ditutup melemah direntang Rp 18.120 - Rp 18.180," pungkasnya.
(ahi/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·