Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman Ilustrasi.(Magnific)

SEORANG master asal Amerika Serikat nan terinfeksi virus Ebola dilaporkan berada dalam kondisi sangat lemah saat dievakuasi dari Republik Demokratik Kongo (DRC) menuju Jerman untuk menjalani perawatan intensif.

Dr. Peter Stafford, seorang misionaris medis nan bekerja untuk golongan Kristen Serge, dinyatakan positif terinfeksi Bundibugyo ebolavirus saat bekerja di Provinsi Ituri, pusat pandemi tersebut. Stafford diterbangkan ke Jerman pada hari Selasa waktu setempat dengan pengamanan medis nan sangat ketat.

Kondisi Kritis saat Evakuasi

Dr. Scott Myhre, Direktur Area Afrika Timur dan Tengah untuk Serge, mengungkapkan bahwa kondisi Stafford tampak sangat memprihatinkan saat keberangkatan. Stafford apalagi tidak bisa berdiri sendiri dan kudu dipapah oleh petugas medis nan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) lengkap.

"Dia terlihat sangat capek dan sakit parah," ujar Myhre kepada NBC News. Selama penerbangan dari DRC ke Jerman, Stafford ditempatkan di dalam tempat tidur plastik berbentuk tabung seukuran peti meninggal nan dirancang unik untuk melindungi kru pesawat dari akibat infeksi.

Kronologi Paparan Virus

Paparan virus diduga terjadi di Rumah Sakit Nyankunde. Beberapa hari sebelum pandemi dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika, Stafford mengoperasi seorang pasien berumur 33 tahun nan menderita sakit perut parah. Awalnya, tim medis menduga pasien tersebut menderita jangkitan kantung empedu.

Namun, saat prosedur pembedahan dilakukan, Stafford menemukan kantung empedu pasien dalam kondisi normal. Pasien tersebut meninggal bumi keesokan hari dan dimakamkan sebelum sempat menjalani tes Ebola. Belakangan baru disadari bahwa pasien tersebut kemungkinan besar meninggal akibat virus mematikan tersebut.

Meskipun Stafford dikenal sebagai ahli nan sangat teliti dalam penggunaan busana steril, sarung tangan, dan kacamata pelindung, Myhre menekankan bahwa prosedur standar bedah terkadang tidak cukup untuk mencegah paparan Ebola dalam situasi wabah.

Statistik Wabah Ebola Bundibugyo:

  • Tingkat Kematian: 30 hingga 50 persen (Data WHO).
  • Total Kasus Suspek: Mencapai 600 kasus.
  • Total Kematian Suspek: 139 jiwa.
  • Status: Darurat Kesehatan Masyarakat nan Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC).

Keluarga dan Rekan Medis dalam Pemantauan

Istri Stafford, Rebekah, nan juga seorang master dan ikut merawat pasien nan sama, sekarang sedang dipantau berbareng keempat anak mereka. Meskipun belum menunjukkan gejala, Rebekah dan anak-anaknya dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Charite Berlin untuk berada di dekat Stafford.

Selain itu, seorang master lain berjulukan Patrick LaRochelle juga sedang dalam pemantauan setelah terpapar melalui pasien kedua. LaRochelle telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bulovka di Praha, Republik Ceko. Hingga saat ini, baik Rebekah maupun LaRochelle dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pandemi ini sebagai darurat kesehatan global. Virus Bundibugyo sendiri berkerabat dekat dengan virus Ebola Zaire nan menyebabkan epidemi besar di Afrika Barat pada periode 2013-2016. (The Independent/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia