Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membidik enam letak untuk kerja sama kewenangan penamaan (naming rights) bagi jenama di halte-halte Transjakarta sebagai upaya kerjasama dan menambah pendapatan nontiket (non fare box revenue).
"Masih ada enam tempat nan bakal kita minta untuk bisa dikerjasamakan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peresmian akomodasi terintegrasi Halte Swadarma Paragon Jakarta, Kamis (9/7) dikutip dari Antara.
Pramono menegaskan Pemerintah DKI Jakarta sekarang terus membuka ruang untuk membangun rasa percaya dari bumi upaya untuk berbareng membangun Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai contoh, akomodasi terintegrasi Halte Swadarma Paragon dan RPTRA Bhineka nan didukung oleh tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibilty/CSR) PT Paragon Technology and Innovation.
"Perlu keterlibatan swasta dan salah satu nan dilakukan oleh Paragon termasuk RPTRA, ini menurut saya sangat-sangat baik," kata dia.
Dengan demikian, Halte Swadharma Paragon menjadi kewenangan penamaan (naming rights) ke delapan nan bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Delapan halte dengan skema naming rights tersebut meliputi Bundaran HI Astra, Senayan Bank DKI, Widya Chandra Telkomsel, Cawang Sentral 1 Polypaint, Petukangan D'MASIV, Senen Toyota Rangga, Setiabudi Integritas, dan Swadarma Paragon Corp.
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·