Dituntut 15 Tahun Penjara, Ibam Tegaskan Tak Ada Bukti Keterlibatan di Kasus Chromebook

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ibam meluruskan, perkenalannya dengan Nadiem Makarim tidak seperti berita nan ramai diberitakan. Dia membantah kenal lama dengan sosok pendiri Gojek itu, ialah baru mengenal Nadiem saat sudah dilantik sebagai menteri di era Jokowi.

"Di narasi nan beredar, seakan-akan saya adalah seorang kroni dari Nadiem Makarim. Seakan-akan saya udah kenal dia dari lama dari bumi startup. Itu adalah salah besar. Saya dan Nadiem nggak pernah kenal, nggak pernah ketemu, sampai ada misi untuk membangun teknologi di negara ini," beber Ibam.

Ibam sempat menunjukkan bukti chat pertama Nadiem kepadanya, ialah pada 15 Januari 2020. Menurutnya, Nadiem kala itu menyampaikan memiliki misi mulia untuk anak-anak Indonesia, khususnya mereka nan duduk di bangku sekolah agar menjadi generasi penerus nan lebih baik.

"Ini chat WA. 15 Januari 2020. Setelah Nadiem jadi Menteri. Bukan narasi kroni-kroni itu, bukan. Kita telaah soal langkah kita ngebangun teknologi, organisasi. Dalam semua pembahasan ini, ini adalah perkenalan pertama, sama sekali nggak ada pembahasan Chromebook. Saya mau menggarisbawahi itu," tutur dia sembari menunjukkan bukti chat melalui layar. 

"Saya mau konsentrasi ke sini, satu perihal nan Nadiem sampaikan ke saya di chat pertama saya dengan beliau. Saya bakal bacakan: Ini adalah misi tertinggi di negara saat ini. Kita kudu bangga dengan itu, dan kita kudu total masuk ke situ. Apapun nan kita lakukan, anak-anak kita bakal merasakan perbedaannya. Dan itu perihal nan krusial bagi kita," sambung Ibam.

Dia saat itu mengaku tetap belum mengetahui langkah Nadiem membawa misi mulia itu. Namun nan diyakininya, bahwa Nadiem adalah seorang idealis nan mau negaranya maju.

"Saya nggak tahu sebenarnya ke mana arahnya, tapi saya memandang dia sebagai seorang idealis. Saya berasosiasi ke sini, berasosiasi ke Kemendikbud, membantu Kemendikbud membangun teknologi, adalah untuk misi itu. Bisa dilihat di percakapan pertama kami. Misi kita adalah untuk ngebangun teknologi untuk anak-anak kita nanti!," tegas Ibam.

"Sama sekali nggak ada tentang pengadaan. Sama sekali nggak ada tentang proyek. Nggak ada. Kita ngebangun teknologi, ngebangun aplikasi. Sebagian besar kerjaan saya dengan tim nan ada adalah itu. Berbicara dengan stakeholder, kita bangun aplikasi, apa nan bisa make an influence buat negara. Ujungnya adalah buat anak kita semua," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita