Viaduk Matraman ini merupakan salah satu saksi bisu sejarah Kereta Api Indonesia (KAI). Viaduk dibangun pada masa kolonial Belanda ini mempunyai nlai sejarah panjang dalam jejak perjalanan kereta api di Jakarta.
Bangunan ini juga menjadi simbol perjalanan panjang KAI dalam menghubungkan beragam wilayah di Indonesia melalui jalur kereta api.
Jembatan jejak jalur rel kereta nan hingga sekarang belum kembali difungsikan itu sekarang menjadi salah satu cagar budaya peninggalan sejarah.
Jembatan kereta api Matraman itu menjadi salah satu dari 14 objek di Ibu Kota ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai cagar budaya sepanjang tahun 2020-2021.
Penetapan jembatan kereta di Matraman itu diputuskan Gubernur Rasyid Baswedan sebagaimana tertuang dalam keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1497 tahun 2021 Tentang Penetapan Jembatan Kereta Jalan Matraman Raya sebagai struktur cagar budaya.
Dalam Salinan keputusan gubernur DKI Jakarta dikutip Liputan6.com, Kamis (16/7/2026), jembatan kereta di Jalan Matraman Raya itu mempunyai ukuran panjang kurang lebih tiga puluh dua meter dan lebar kurang lebih tujuh meter dengan ketinggian sekitar tiga meter.
Pertimbangan viaduk Matraman ini ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya lantaran jembatan kereta Jalan Matraman Raya nan dibangun tahun 1917 mewakili pencapaian budaya modernitas dalam corak prasarana transportasi Kota pada awal abad ke-20.
Rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya sesuai dengan Berita Acara Rekomendasi tanggal 15 Mei 2020 Nomor123/TACB/Tap/Jaktim/V/2020, juga menjadi satu pertimbangan menjadikan jembatan kereta Jalan Matraman Raya layak ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya.
Sejarawan JJ Rizal menilai viaduk Matraman mempunyai nilai sejarah panjang. Menurut dia, viaduk Matraman merupakan rangkaian kesatuan artefak sejarah dengan Stasiun Jatinegara dan Manggarai.
"Sejarahnya jauh lebih besar dari sekadar artefak sejarah transportasi Jakarta, tetapi juga sejarah sosial budaya dalam makna urbanisme dan politik perjuangan revolusi serta nasionalisme," kata JJ Rizal dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·