Disperindag Bali Petakan Komoditas Penyumbang Inflasi Jelang Galungan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Disperindag petakan komoditas potensi inflasi jelang Galungan.

, DENPASAR, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali mulai memetakan komoditas strategis nan berpotensi menyumbang inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 17 hingga 27 Juni 2026. Kepala Disperindag Bali, Ngurah Wiryanatha, menyatakan bahwa pemetaan ini bakal menjadi dasar pengawasan untuk mencegah lonjakan nilai nan signifikan.

Pengawasan bakal difokuskan pada komoditas nan biasanya mengalami peningkatan permintaan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah dan putih, telur ayam, daging ayam ras, daging babi, dan bahan kebutuhan upacara keagamaan. Wiryanatha menjelaskan bahwa dua minggu sebelum Hari Raya Galungan, Disperindag Bali bakal memulai monitoring nilai secara rutin di pasar rakyat, pasar tradisional, dan pusat perdagangan.

Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag bakal menggelar pasar murah alias operasi pasar, terutama di letak dengan tekanan nilai tinggi dan wilayah dengan daya beli masyarakat nan lemah. Komoditas nan dijual dalam pasar murah antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, serta peralatan kebutuhan upacara. Pasar murah bakal diadakan di Kesiman Petilan Denpasar pada 9 Juni 2026 dan di Tulikup Gianyar pada 23 Juni 2026.

Wiryanatha menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya pada nilai tetapi juga pada jumlah stok di distributor, agen, dan pasar. Tujuannya adalah memastikan pasokan mencukupi selama Hari Raya Galungan hingga Kuningan dan mencegah kelangkaan barang.

Disperindag juga bakal bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Bali, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, Dinas Pertanian, dan lembaga mengenai lainnya untuk memastikan pengedaran melangkah lancar dan mengantisipasi penimbunan serta spekulasi harga.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional