Kepala Diskomdigi Jateng Lilik Henry Ristanto pada Workshop FK Metra dan KIM.(Dok.Istimewa)
DINAS Komunikasi Informatika dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) sebagai mitra strategis pemerintah dalam menangkal hoaks dan disinformasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kepintaran buatan (AI).
Hal itu disampaikan Kepala Diskomdigi Jateng Lilik Henry Ristanto pada Workshop FK Metra dan KIM bertema Strategi Optimalisasi Peran KIM dan FK Metra: Kiat Kreatif, Mandiri, dan Berdampak bagi Masyarakat di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu (15/7).
Menurut Lilik, AI membikin masyarakat semakin susah membedakan info nan betul dan nan telah dimanipulasi. Karena itu, KIM dan FK Metra mempunyai peran krusial lantaran mengedepankan pendekatan humanis berbasis organisasi nan tidak dapat digantikan teknologi.
"Peran KIM dan FK Metra semakin krusial lantaran mengambil sisi-sisi humanis nan tidak bisa diambil AI. Basisnya organisasi dan media tradisional," ujarnya.
Selain menangkal hoaks, KIM dan FK Metra juga diharapkan menjadi saluran efektif dalam menyebarluaskan info pembangunan serta program pemerintah kepada masyarakat.
Ketua FK Metra Jateng Daniel Agung Wahyudi mengatakan media tradisional tetap efektif sebagai sarana penyampaian info lantaran dekat dengan kehidupan masyarakat. Sementara Pengampu KIM Diskominfo Karanganyar Sopiyatun menegaskan KIM kudu memberi akibat nyata melalui edukasi literasi digital, promosi potensi daerah, dan penyebarluasan info pembangunan.(E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·