Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan pelican crossing sementara di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan dapat mulai beraksi dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, akomodasi penyeberangan itu disiapkan sebagai solusi sementara sembari menunggu pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean nan roboh akibat ditabrak truk.
“Sambil menunggu pembangunan (JPO Tendean) tersebut, maka kita bakal buat pelican crossing-nya. Nah, kita udah buat kajiannya dan sudah selesai,” kata Budi di Jakarta, Rabu (22/7/2026)
Ia menyampaikan bahwa saat ini Dishub DKI tetap menunggu Dinas Bina Marga untuk melakukan pembukaan taman dan trotoar nan bakal disiapkan untuk pelicin crossing.
“Kalau itu sudah dibuka oleh mereka, saat itu juga kita bakal melakukan pembuatannya. Ya mudah-mudahan dalam satu-dua minggu ini sudah bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Budi menjelaskan, keberadaan pelican crossing dinilai mendesak lantaran letak jejak JPO Tendean nan ditabrak truk mempunyai aktivitas penyeberangan pejalan kaki nan tinggi.
Berdasarkan hasil kajian Dishub, volume lampau lintas di ruas tersebut mencapai 2.579 kendaraan per jam, sedangkan jumlah pejalan kaki nan menyeberang mencapai 874 orang per jam. Selain itu, lanjut Budi jarak menuju akomodasi penyeberangan terdekat juga dinilai terlalu jauh.
“Jadi ini sebenarnya memang jembatan penyeberangan ini sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.
Budi menambahkan, nantinya pelican crossing bakal dibongkar setelah JPO Tendean nan baru selesai dibangun. Pasalnya, kata Budi adanya dua akomodasi penyeberangan secara berbarengan tidak bakal efektif lantaran JPO dirancang agar arus lampau lintas tetap mengalir lebih lancar.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·