Dikira Tidak Berguna saat Dewasa, Organ Ini Ternyata Kunci Panjang Umur dan Sembuh dari Kanker

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dikira Tidak Berguna saat Dewasa, Organ Ini Ternyata Kunci Panjang Umur dan Sembuh dari Kanker Ilustrasi(Magnific)

SEBUAH organ tubuh nan lama diabaikan diduga kuat menyimpan petunjuk mengejutkan tentang penuaan nan sehat dan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker. Menggunakan support kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pemindaian CT scan terhadap puluhan ribu orang dewasa, para peneliti di Mass General Brigham menemukan kebenaran terbaru mengenai organ timus.

Orang dewasa dengan kondisi timus nan lebih sehat terbukti hidup lebih lama. Mereka juga mempunyai akibat nan jauh lebih rendah terhadap penyakit jantung, kanker, hingga kematian.

Temuan nan diterbitkan dalam dua makalah di jurnal Nature ini mendobrak dugaan medis selama puluhan tahun. Selama ini, timus, organ mini sistem kekebalan tubuh di dalam dada, dianggap tidak lagi relevan alias kehilangan fungsinya setelah masa kanak-kanak. Namun, riset ini membuktikan organ tersebut tetap krusial sepanjang hidup orang dewasa.

"Timus telah diabaikan selama beberapa dasawarsa dan mungkin menjadi bagian nan lenyap dalam menjelaskan kenapa orang menua secara berbeda, dan kenapa pengobatan kanker kandas pada beberapa pasien," kata Hugo Aerts, PhD, penulis korespondensi makalah sekaligus Direktur Program Artificial Intelligence in Medicine (AIM) di Mass General Brigham.

"Temuan kami menunjukkan kesehatan timus layak mendapatkan perhatian nan jauh lebih besar dan dapat membuka jalan baru untuk memahami langkah melindungi sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia."

Peran Penting Timus dan Analisis AI

Kelenjar timus berfaedah melatih sel T, sejenis sel imun nan mempertahankan tubuh dari jangkitan dan penyakit. Karena organ ini menyusut setelah masa pubertas, perannya kerap dianggap remeh.

Dalam studi berskala besar ini, peneliti menggunakan AI untuk mengevaluasi ukuran, struktur, dan komposisi timus dari hasil CT scan rutin terhadap lebih dari 25.000 peserta uji coba skrining kanker paru-paru nasional, serta 2.500 peserta Framingham Heart Study. Berdasarkan info tersebut, peneliti membikin skor "kesehatan timus".

Hasilnya mengejutkan. Orang dengan skor kesehatan timus nan tinggi mempunyai akibat kematian 50% lebih rendah dari penyebab apa pun, akibat kematian akibat penyakit kardiovaskular 63% lebih rendah, dan akibat terkena kanker paru-paru 36% lebih rendah.

Peneliti menduga penurunan kegunaan timus mengurangi keragaman sel T, sehingga sistem imun kesulitan mendeteksi ancaman baru. Studi ini juga mendapati bahwa peradangan kronis, merokok, dan berat badan berlebih berangkaian erat dengan buruknya kesehatan timus.

Kunci Keberhasilan Imunoterapi Kanker

Pada studi terpisah terhadap 1.200 pasien kanker nan menjalani imunoterapi, pasien dengan timus nan lebih sehat merespons pengobatan dengan jauh lebih baik. Mereka mempunyai akibat perkembangan kanker 37% lebih rendah dan akibat kematian 44% lebih rendah.

Kendati demikian, para intelektual menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut tetap diperlukan. Teknik pencitraan AI untuk mengukur kesehatan timus ini belum siap digunakan dalam praktik klinis sehari-hari.

"Meningkatkan pemahaman dan pemantauan kita terhadap kesehatan timus pada akhirnya dapat membantu master menilai akibat penyakit dengan lebih baik dan memandu keputusan pengobatan," pungkas Aerts. (Science Daily/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia