Dibagi 3 Trip, Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Arafah Hari Ini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Dibagi 3 Trip, Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Arafah Hari Ini Jemaah embarkasi SUB 112 (Surabaya) bersiap diberangkatkan ke Arafah dari pemondokan di wilayah Syisyah, Mekah, Senin (25/5).( MI/Akmal Fauzi)

JEMAAH haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf 9 Dzulhijjah 1447 H, Selasa (26/5). Proses pendorongan jemaah dari pemondokan di Mekah menuju Arafah tersebut dilakukan secara berjenjang dalam tiga gelombang (trip) sejak Senin (25/5) pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, mengatakan pembagian agenda keberangkatan ini demi memastikan kelancaran arus transportasi. Gelombang pertama diberangkatkan dari hotel menuju Arafah pada pukul 07.00 hingga 11.00 WAS. Jemaah diimbau mematuhi agenda nan telah ditentukan guna menghindari penumpukan di lobi hotel.

Selanjutnya, gelombang kedua diberangkatkan pada pukul 11.30 hingga 16.00 WAS, diikuti gelombang ketiga pada pukul 16.30 hingga 21.00 WAS. Melalui pengaturan ini, seluruh jemaah haji Indonesia ditargetkan sudah memasuki area Arafah, Senin (8 Dzulhijjah) malam.

Secara praktis, puncak ibadah haji alias fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dimulai pada 8 Dzulhijjah. Seluruh jemaah bakal melaksanakan inti ibadah haji, ialah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mulai dari tergelincirnya mentari hingga mentari terbenam.

Murur dan Tanazul

Setelah prosesi wukuf selesai, pergerakan jemaah dari Arafah bakal dibagi menjadi dua skema, ialah murur dan non-murur. Jemaah nan mengikuti skema murur hanya bakal melintasi Muzdalifah untuk mabit (bermalam) di dalam bus tanpa turun. Sebaliknya, jemaah non-murur bakal turun dan bermalam di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah, sebelum didorong menuju Mina selepas tengah malam.

Pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina juga menerapkan dua skenario. Jemaah nan terdaftar dalam program tanazul nan diperkirakan mencapai 20 ribu orang, bakal langsung dipulangkan ke hotel pemondokan mereka. Sementara itu, jemaah non-murur bakal tetap bermalam di tenda Mina hingga 13 Dzulhijjah.

Selama di Mina, jemaah haji, baik nan mengambil skema reguler maupun tanazul, dijadwalkan melontar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah. Prosesi dilanjutkan dengan melontar jumrah ula, wustha, dan aqabah pada hari tasyrik. 

Jemaah nan mengambil pilihan nafar awal bakal mengakhiri masa mabit di Mina pada 12 Dzulhijjah, sedangkan jemaah nan mengambil nafar tsani bakal menetap hingga 13 Dzulhijjah. (H-4)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia