Bendera Amerika Serikat dan Iran menjadi simbol jabat tangan diplomatik.(AA)
UPAYA diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memasuki babak baru. Utusan unik Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan menuju Swis untuk melakukan perundingan nan bermaksud mengubah kesepakatan sementara menjadi perdamaian jangka panjang.
Menurut laporan Axios, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pakta sementara 14 poin nan disepakati pekan ini guna menghentikan bentrok nan pecah sejak 28 Februari lalu. Perundingan juga diharapkan membuka jalan bagi penyelesaian sengketa program nuklir Iran serta pemulihan stabilitas kawasan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz nan vital bagi pasokan daya global.
Namun, prospek perundingan itu menghadapi tantangan setelah Israel kembali melancarkan serangan udara dan drone ke wilayah Libanon selatan, Sabtu (20/6), hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dengan golongan Hizbullah nan didukung Iran mulai berlaku.
Media pemerintah Libanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam serangkaian serangan nan terjadi di area Nabatieh hingga Sabtu. Serangan tersebut menghancurkan sejumlah gedung permukiman dan disertai tembakan artileri ke beberapa wilayah sekitar.
Seorang pejabat senior AS menyatakan gencatan senjata mulai bertindak pada Jumat sore waktu setempat. Informasi itu juga dikonfirmasi sumber Hizbullah dan seorang pejabat senior Israel.
“Penghentian pertempuran di Libanon merupakan pilar utama dalam proses negosiasi nan bakal datang,” demikian pernyataan Presiden Lebanon Joseph Aoun mengenai rencana pembicaraan Libanon-Israel di Washington.
Israel tidak Terlibat dalam Kesepakatan
Kesepakatan sementara nan dicapai pekan ini mengharuskan AS, Iran, dan sekutunya menghentikan seluruh operasi militer di semua front, termasuk Libanon. Namun, Israel menegaskan tidak menjadi pihak dalam perjanjian tersebut.
Laporan Axios menyebut Witkoff bakal berasosiasi dengan Jared Kushner, menantu Donald Trump, nan telah berada di Swis. Sementara itu, Iran belum secara resmi mengonfirmasi rencana perjalanan Araqchi.
Pemerintah Swis menyatakan siap memfasilitasi perbincangan kedua negara. Persiapan teknis untuk perundingan juga disebut terus berlangsung.
Konflik nan berjalan sejak Februari lampau telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang, sebagian besar berada di Iran dan Libanon. Perang tersebut juga memicu kenaikan nilai daya dunia dan meningkatkan tekanan inflasi di beragam negara. (CNA/B-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·