Di Depan Putin, Prabowo Ajak Rusia Garap Perjanjian Dagang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto membujuk Rusia untuk meningkatkan volume perdagangan dengan Indonesia. Dia membujuk Rusia untuk membesut free trade agreement (FTA) alias perjanjian jual beli bebas.

Mulanya, Prabowo mengungkapkan Indonesia dan Rusia mempunyai kekuatan nan dapat menyempurnakan satu sama lain. Rusia, disebut Prabowo mempunyai gandum, pupuk, energi, pengetahuan pengetahuan, dan rekayasa teknologi nan maju.

Sementara itu, Indonesia mempunyai kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, peralatan konsumsi, tenaga kerja muda, serta pintu gerbang menuju 680 juta masyarakat di Kawasan Asia Tenggara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan nan setara dan berkelanjutan," kata Prabowo saat berpidato pada Eastern Economic Forum di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Dia berbincang satu panggung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hasil dari perdagangan nan saling melengkapi antara Indonesia dan Rusia, menurutnya juga cukup menjanjikan. Pada 2025 saja volume perdagangan dua negara tercatat meningkat 21%, mendekati US$ 5 miliar nominalnya.

"Tahun lalu, pada 2025, perdagangan bilateral kita mendekati US$ 5 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, ialah 2024, dan meningkat 33,7% dibandingkan 2023," lanjut Prabowo.

Pencapaian ini menurutnya merupakan permulaan, bukan justru hasil akhir. Dari situ lah dia membujuk pihak Rusia untuk melanjutkan hubungan perdagangan ke level berikutnya, ialah membesut perjanjian jual beli bebas alias FTA.

"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri ialah dengan melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," ujar Prabowo.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance