Di Balik Jalan Ambles, Warga Pulo Gadung Menyimpan Cemas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Menurut Arif, peristiwa jalan ambles sudah berjalan sejak Lebaran lampau alias sekitar Maret 2026. Dia menceritakan, jalan amblas diduga lantaran perangkat berat (beko) untuk pengerukan kali nan ukurannya terlalu besar.

"Rusaknya pas Lebaran, pas Lebaran satu hari. Jadi kan udah terlihat retak, saya bilang stop ke Pak RW, tolong stop Pak itu udah dampaknya berasa kayaknya bekonya kebesaran," ujar Arif kepada awak Liputan6.com, Senin (6/7/2026).

"Ternyata, pas Pak RW ngecek, oh iya bener Pak. Akhirnya dia ngomong ke kelurahan terus digantilah bekonya sama beko kecil, ditarik, tapi beko kecilnya di kali aja. Tadinya kan ada dua beko, di kali sama di atas. Nah nan di atas ini melampaui tonase, gede," katanya.

Arif menceritakan, jalan nan semula tak ada masalah, menjadi amblas diduga lantaran pengerukan kali nan terus dilakukan.

Beruntung, saat jalan amblas tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Sebab, kata Arif, kejadiannya saat Lebaran dan banyak penduduk nan sedang mudik. Termasuk perangkat berat nan memang sudah ditarik lantaran laporan penduduk tersebut.

Ingin Jalan Segera Diperbaiki

Arif mengatakan, penduduk berambisi agar segera ada perbaikan nan dilakukan oleh dinas terkait. Sebab, menurut Arif, usai jalan amblas sejak sekitar setelah Lebaran Maret alias April 2026 lalu, belum pernah dilakukan perbaikan nan signifikan.

Senada, Risky, penduduk setempat nan mempunyai upaya penjualan ayam di rumah juga berambisi jalan ambles segera diperbaiki.

"Harapannya segera diperbaiki. Soalnya akses jalan juga susah, ayam mau lewat juga susah. Angkutan ayam kan biasanya dari sana nih langsung ke sini. Jadi kudu putar lagi jika mau menempatkan ayam," jelas Risky.

Hal serupa juga disampaikan Amir, penduduk setempat nan mempunyai upaya rumah makan.

"Harapannya ya sigap diperbaiki, biar lancar lagi jalan ke Pasar Pulo Gadung, ke Bekasi, kan lewat sini bisa tuh. Terus upaya UMKM-nya bisa melangkah lagi," ucap dia.

"Ini kan omzetnya nurun. Gara-gara jalan. Biasanya kan mobil lewat. Odong-kodong lewat itu penumpangnya pada mampir. Sekarang mobil gak bisa lewat. Kepengennya itu saya sebagai penduduk pengen dibetulin cepat-cepat gitu. Biar normal kembali," tutup Amir.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita