Di Balik Corong Mikrofon 17 Agustus 1945

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Kisah pencarian mikrofon itu bermulai pada pagi 17 Agustus 1945. Dua pemuda, Wilopo dan Njonoprawoto, berkeliling menggunakan mobil untuk mencari mikrofon nan bisa dipinjam.

Keduanya kemudian berjumpa Gunawan. Mereka meminta mikrofon miliknya, tetapi tidak menjelaskan kepada Gunawan untuk apa perangkat tersebut bakal digunakan.

Gunawan dikenal mempunyai keahlian membikin perangkat radio. Mikrofon beserta perlengkapannya, seperti corong, stand, verstekker, dan band, merupakan hasil rakitannya sendiri. Bahkan, beberapa komponennya dibuat menggunakan bahan sederhana, termasuk selubung rokok.

Saat itu, Gunawan hanya mempunyai satu mikrofon nan bisa digunakan untuk kebutuhan keluarganya. Mikrofon lainnya sedang disewa orang.

Meski demikian, Gunawan tetap meminjamkannya. Karena Wilopo dan Njonoprawoto tidak mengetahui langkah memasang perangkat tersebut, Gunawan meminta saudaranya, Sunarto, untuk membantu.

Dalam perjalanan menuju lokasi, barulah Sunarto mengetahui bahwa mikrofon tersebut bakal digunakan untuk pembacaan Proklamasi Kemerdekaan.

Setibanya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Sunarto segera memasang mikrofon. Wilopo dan Njonoprawoto kemudian membantu mempersiapkan jalannya acara.

Mikrofon itu akhirnya digunakan ketika Sukarno membacakan teks Proklamasi di hadapan masyarakat nan berkumpul pagi itu.

Setelah aktivitas selesai, perangkat tersebut dikembalikan kepada Gunawan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita