
DEN soal Biodiesel (Foto: Okezone)
JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Fadhil Hasan, mengatakan biodiesel sekarang menjadi bagian krusial kebijakan daya lintas sektor. Sebab. program biodiesel berbasis kelapa sawit ini menunjukkan kontribusi bagi ketahanan daya nasional. sekaligus perekonomian Indonesia.
Menurut Fadhil, pemerintah telah menerbitkan Kebijakan Energi Nasional terbaru melalui PP No. 40 Tahun 2025 sebagai pengganti patokan lama. Regulasi ini disusun untuk menjawab tantangan turunnya produksi minyak, meningkatnya impor, serta kebutuhan daya nan terus naik seiring sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Biodiesel berkedudukan strategis dalam swasembada energi. Sawit dan turunannya menjadi sumber daya terbarukan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya keterangannya, Jumat (27/2/2026),
Sepanjang tahun lalu, realisasi biodiesel tercatat 14,2 juta kiloliter dan sukses mengurangi impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter. Capaian tersebut dinilai memberi kontribusi langsung terhadap indeks ketahanan daya nasional.
Subkoordinator Pengawasan Usaha Bioenergi, Direktorat Bioenergi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM Herbert Wibert Victor menjelaskan bahwa biodiesel didistribusikan melalui skema pencampuran wajib (blending) di terminal sebelum disalurkan ke SPBU dan industri.
Untuk 2026, kapabilitas terpasang industri biodiesel mencapai 22 juta kiloliter dengan alokasi penyaluran sekitar 16,5 juta kiloliter. Realisasi 2025 sendiri telah mencapai nyaris 15 juta kiloliter alias sekitar 96 persen dari target.
Pemerintah juga menyiapkan skema insentif berbasis selisih nilai solar guna menjaga keberlanjutan program, termasuk untuk sektor PSO dan non-PSO.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, menyebut Indonesia sekarang menjadi salah satu pelaksana program biodiesel terbesar di dunia. Menurutnya, banyak negara menjadikan Indonesia sebagai rujukan lantaran sukses menjalankan mandat campuran hingga B40 secara nasional.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·