Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, menilai periode pemisah parlemen nan saat ini bertindak sebesar 4 persen sudah ideal. Hal ini disampaikan menanggapi munculnya pembahasan perubahan besaran periode pemisah parlemen di RUU Pemilu.
“Ambang pemisah saat ini sebetulnya sudah ideal, pemisah nan wajar dan proporsional,” ucap Herman saat dihubungi, Kamis (23/4).
Meski begitu, Herman menyebut Demokrat belum menentukan nomor pasti nan bakal diusulkan Demokrat dalam pembahasan RUU Pemilu.
“Kami belum menentukan angka, namun merujuk kepada peraturan nan lampau sepertinya tidak memberatkan namun memberi batas nan pas,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut pembahasan RUU Pemilu tetap dalam tahap pengkajian oleh masing-masing partai, termasuk mengenai skema periode pemisah nan dinilai ideal untuk sistem pemilu ke depan.
Terkait munculnya nomor periode pemisah seperti 6 persen hingga 8 persen, Dasco menyebut perihal itu tetap dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
“Ya kita lagi lihat untuk periode pemisah nan kira-kira kemudian tidak memberatkan partai-partai nan lain,” katanya di DPR, Selasa (21/4).
Dasco menegaskan pembahasan RUU Pemilu tidak bakal dilakukan secara terburu-buru. Ia juga tak setuju jika pembahasannya terlalu mepet.
“Saya rasa jika pembahasannya di akhir-akhir, justru kan kelak undang-undangnya kurang baik kali ya. Sementara jika dari sekarang ke Pemilu juga tetap juga agak lama. Jadi kita tetap memang perlu dilakukan pengkajian simulasi,” kata Dasco.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·