Dasco Sebut Penanganan Korban TPKS Tak Maksimal karena Kurangnya Pendanaan

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan sambutan pada aktivitas Peluncuran Program Dana Bantuan Korban (DBK) "Saraya Baruna Ananta" di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (7/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti jumlah korban kekerasan seksual di Indonesia nan angkanya mencapai 3.691 orang pada 2025. Keadaan ini, kata dia, membikin kalut.

“Bahwa keadaan pada saat ini membikin kita kalut. Bagaimana kemudian di tahun 2025 itu ada 3.691 korban tindak kekerasan seksual,” ujarnya dalam aktivitas peluncuran program Dana Bantuan Abadi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Hotel Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (7/8).

Dari nomor tersebut, Dasco menyebut penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia sangat tidak maksimal.

“Kemudian penanganannya sangat tidak maksimal dikarenakan satu dan lain perihal termasuk support pendanaan,” sambungnya.

Oleh karenanya, dia menyebut aspek krusial dalam penanganan kasus kekerasan seksual adalah intervensi negara.

“Tadi kemudian diminta bahwa kemudian negara kudu betul-betul datang di sekitar korban,” katanya.

Dasco menyampaikan perihal tersebut ketika tampil sebagai Keynote speaker untuk peluncuran program Dana Bantuan Korban dari LPSK.

Dalam momen tersebut pula, Dasco menggalang dana. Hanya dalam waktu 10 menit, biaya nan terkumpul untuk Dana Bantuan Abadi mencapai Rp 201 miliar alias 20 persen dari sasaran Rp 1 triliun.

“Saya di sini tadi 10 menit sudah menelepon beberapa lembaga dan orang, dan alhamdulillah untuk malam ini sudah terkumpul Rp 201 miliar,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan