Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri) saat konvensi pers berbareng Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kanan), Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan (kiri), dan COO Danantara Donny Oskaria (kanan).(Antara)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendorong langkah strategis berupa tindakan beli kembali alias buyback saham bank-bank nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diambil setelah melakukan koordinasi intensif dengan beragam pihak otoritas dan lembaga finansial negara.
Dasco mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, hingga jejeran dewan bank Himbara. Menurutnya, rencana buyback ini merupakan hasil pertimbangan mendalam terhadap dinamika pasar modal dan situasi perbankan terkini.
"Mungkin saham-saham nan pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).
Meskipun terdapat perubahan di pasar saham, Dasco menegaskan bahwa kondisi perbankan nasional sebenarnya menunjukkan perkembangan nan sangat positif. Evaluasi ini bermaksud untuk menjaga stabilitas nilai perusahaan pelat merah di mata investor.
Fundamental Himbara di Level Terbaik
Senada dengan perihal tersebut, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan memberikan gambaran optimistis mengenai kondisi internal bank-bank BUMN. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, keahlian Himbara saat ini berada dalam kondisi terbaiknya.
Putrama memaparkan sejumlah parameter pertumbuhan nan signifikan, di antaranya:
- Pertumbuhan Kredit: Rata-rata tumbuh di kisaran 20 persen.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Mengalami kenaikan di rentang 20-30 persen.
- Likuiditas: Terjaga dengan sangat baik, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) nan berada di nomor 88 persen hingga 90 persen.
"Kinerja Himbara secara esensial sangat bagus, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dan keraguan terhadap kondisi esensial di bursa," tegas Putrama.
Sinergi Menjaga Stabilitas Ekonomi
Dalam kesempatan nan sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan penguatan. Ia menyatakan bahwa esensial ekonomi Indonesia tetap kokoh, terutama ditopang oleh sektor perbankan nan resilien terhadap tantangan global.
Prasetyo membujuk seluruh pelaku pasar dan pemangku kepentingan di bank Himbara untuk terus memperkuat koordinasi dan diskusi. Sinergi ini dianggap krusial untuk mengatasi beragam persoalan ekonomi dan memastikan pertumbuhan nan berkepanjangan sesuai angan pemerintah.
Rencana buyback saham merupakan instrumen korporasi nan biasanya dilakukan saat nilai saham dianggap undervalued alias tidak mencerminkan nilai esensial perusahaan nan sebenarnya, guna memberikan sinyal positif kepada pasar. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·