Sesi obrolan MedcoEnergi pada Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026).(Dok Medco Energi)
KELOMPOK petani Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, sukses bangkit dari keterpurukan berkah pendampingan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd, lewat Program Local Business Development (LBD).
Perwakilan Kelompok Sumpal Palawija Makmur Suyanto mengungkapkan, sebelumnya para petani mengalami penurunan hasil akibat panen nan tidak optimal. Namun, setelah pendampingan berjalan, produktivitas meningkat signifikan, apalagi produksi naik dari 16 ton menjadi 23 ton. Selain perbaikan teknik budidaya, program ini juga memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengembangkan usaha.
“Sebelumnya kami pernah terpuruk lantaran hasil panen belum optimal. Setelah pendampingan dari MedcoEnergi, hasil panen kami meningkat, dan pasar semakin luas. Program ini membantu kami bangkit dan percaya diri untuk mengembangkan usaha,” ujar Suyanto dalam sesi obrolan di Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, sejak berasosiasi dalam program pada 2023, golongan petani mendapatkan banyak pembelajaran, mulai dari penerapan budidaya organik hingga penguatan manajemen usaha. Dukungan nan diberikan perusahaan juga mencakup support sarana produksi dan pendampingan teknis di lapangan.
“Alhamdulillah itu diberikan dan membantu kami,” ucapnya.
Suyanto juga menyampaikan pendapatan golongan terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan membaiknya produksi dan pengelolaan usaha. Panen terbaru pun diproyeksikan kembali mencapai hasil optimal.
“Kalau tidak ada halangan tanggal 25 besok kita panen lagi, semakin semangat kami,” tuturnya.
Kini, golongan tersebut bisa mencatat pendapatan sekitar Rp90 juta dan memasarkan sekitar 23 ton semangka ke luar daerah.
Program LBD dijalankan secara berjenjang sejak 2023 untuk menjawab beragam tantangan petani, mulai dari keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, minimnya pengetahuan teknis budidaya, hingga terbatasnya akses pasar. Medco E&P Grissik Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Blok Corridor memberikan support melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta fasilitasi pemasaran.
Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Sudewo menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan upaya penguatan kapabilitas masyarakat agar lebih berdikari dan berkelanjutan.
Melalui Program LBD, MedcoEnergi terus menghadirkan pemberdayaan nan tidak hanya berkarakter bantuan, tetapi juga membangun kapabilitas masyarakat agar bisa mengelola upaya berdikari dan berkelanjutan.
"Kami memandang golongan ini mempunyai potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar area operasi,” kata Sudewo.
Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengedaran bibit dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, hingga pengendalian (benih)penyakit ramah lingkungan, serta penguatan kemitraan pemasaran.
Sudewo juga menegaskan akibat program terlihat jelas dari peningkatan pendapatan kelompok. Sebelum intervensi pada 2022, golongan sempat mengalami kerugian. Namun setelah pendampingan, pendapatan meningkat berjenjang sekitar Rp4 juta (2023), Rp15 juta (2024), hingga sekitar Rp90 juta pada 2025, dengan produksi 23 ton semangka nan sukses dipasarkan hingga luar kabupaten.
“Keberhasilan ini menunjukkan program pengembangan masyarakat nan dijalankan secara konsisten dapat memberikan akibat ekonomi nan nyata,” kata Sudewo.
Ia menambahkan, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan masyarakat nan tepat sasaran agar tercipta kemandirian dan keberlanjutan ekonomi.
“Melalui penguatan upaya lokal seperti ini, kami berambisi masyarakat dapat semakin mandiri, berkekuatan saing, dan bisa menciptakan faedah ekonomi nan berkelanjutan,” tutupnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·