Makassar, CNN Indonesia --
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, M Ikbal Ismail menyebut bahwa daftar tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Sulsel tidak ada lagi sampai 50 tahun. Saat ini, kata dia, daftar tunggu keberangkatan haji terlama adalah 26 tahun.
"Kalau tahun kemarin ada Kabupaten Bantaeng sampai (menunggu) 50 tahun. Setelah kebijakan baru, alhamdulillah rata-rata semua se-Indonesia daftar tunggu paling lama 26 tahun," kata Ikbal di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulsel, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ikbal, total jemaah haji di Sulawesi Selatan sebanyak 9.857 jemaah. Namun nan tetap dalam daftar tunggu per tanggal 20 April sebanyak 263.149 orang.
"Jumlah waiting list jemaah haji di Sulsel sebanyak 263.149 orang. Insyaallah menunggu paling lama 26 tahun," sebutnya.
Ikbal menerangkan jumlah kuota haji di Sulsel sebesar 9.670 jemaah haji dengan rincian terdapat 484 jemaah nan masuk kategori lanjut usia sehingga diberikan pelayanan prioritas.
"Pemerintah memberikan kuota haji sulsel sebesar 9.670 dengan rincian jemaah 9.110, prioritas lansia 484, pembimbing KBU 25 orang dan petugas haji wilayah 51 orang," katanya.
Kemudian para jemaah haji nan telah memasuki Asrama Haji Sudiang Makassar bakal dilakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk lansia dan wanita nan dikategorikan subur.
"Jadi wanita usia subur kami lakukan pemeriksaan, lantaran kami cemas tetap ada jemaah nan hamil. Apabila didapat dari pemeriksaan urin wanita usia subur dengan usia janinnya 16 minggu sampai 24 minggu, kami tidak berangkatkan," jelasnya.
Dua jasa berbeda
Ikbal mengatakan bahwa pada musim haji tahun ini ada dua jasa nan berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Pembagian nusuk nan selama ini di Kota Mekkah, sekarang pembagiannya dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Makassar," katanya.
Kemudian pemeriksaan arsip imigrasi seluruh jemaah haji kata Ikbal dilakukan di Bandara internasional Sultan Hasanuddin. Sehingga jemaah nan tiba di Arab Saudi langsung menuju ke hotel masing-masing dan tidak lagi menjalani pemeriksaan.
"Pemeriksaan paspor imigrasi Saudi nan selama ini diperiksa di Jeddah dan Madinah, Alhamdulillah tahun ini dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin. Itulah perbedaan dari tahun sebelumnya," kata Ikbal.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·