Curahan Hati Keluarga Jelang Vonis Nadiem Makarim

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Istri mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Franka Makarim, menggelar malam angan bersama di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (26/6/2026). Acara tersebut dihadiri keluarga, kerabat, sahabat, serta sejumlah rekanan dan perwakilan pemuka agama.

"Terima kasih kepada setiap keluarga, kerabat, sahabat nan malam ini meluangkan waktu untuk datang dan berdiri berbareng dengan kami," kata Franka di lokasi.

Menurut Franka, support moral nan diberikan menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi beragam tantangan nan datang. Termasuk sang suami nan bakal menghadapi sidang vonis dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook pekan depan.

Franka mengaku, tidak pernah membayangkan berada dalam situasi nan penuh ketidakpastian. Sebab, kasus nan menjerat sang suami menguras emosi, termasuk kekhawatiran nan terus menyertai setiap hari.

"Tidak ada satu pun dari kita nan pernah membayangkan bakal berada di titik ini. Menghadapi ketidakpastian nan panjang dan rasa resah setiap hari, tanpa tahu seperti apa akhir dari semua perjuangan ini," tegas dia.

Maka dari itu, Franka menilai malam angan nan digelar menjadi pengingat bahwa keluarganya tidak berjuang sendirian.

"Di malam ini, kita diingatkan bakal satu hal: kita tidak sendirian. Ada keluarga, ada kerabat, ada sahabat nan ikut memikul beban jiwa ini, nan melangkah berbareng kita dalam perjuangan ini," tegas Franka.

Franka memastikan, aktivitas nan digelar tidak menjadi arena untuk meluapkan kemarahan ataupun kekecewaan. Semata memanjatkan angan agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan.

"Malam ini bukan tentang kemarahan dan bukan tentang kekecewaan. Malam ini tentang angan dan tentang harapan. Inilah malam solidaritas keluarga," ungkap dia.

Franka meyakini, kebenaran tetap layak diperjuangkan dan keadilan tetap bisa ditegakkan di negeri nan kita cintai ini.

"Keadilan bangsa Indonesia bukanlah cita-cita satu masa alias milik satu golongan. Ia adalah angan nan tidak pernah berakhir diperjuangkan oleh seluruh rakyat, para cendekiawan, dan setiap pemimpin bangsa," dia menandasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑