Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit di Jakarta Naik

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Jakarta - Harga sejumlah komoditas hortikultura di Jakarta mengalami kenaikan pada pekan kedua Mei 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabe rawit merah nan sekarang menembus Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan menyebut tingginya curah hujan di wilayah produsen menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga.

"Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan pemantauan rutin untuk komoditas pangan strategis. Komoditas hortikultura nan masuk ke dalam jenis pangan strategis adalah cabe dan bawang," kata Hasudungan dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan pemantauan pada minggu kedua Mei 2026, sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan nilai dibanding pekan sebelumnya. Cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan tertinggi, ialah sebesar 12,12% alias Rp 8.689 per kg, dari Rp 71.664 menjadi Rp 80.354 per kg.

Selain itu, kata Hasudungan, cabe merah keriting naik 5,61% alias Rp 2.926 per kg, dari Rp 52.117 menjadi Rp 55.103 per kg. Harga bawang merah juga meningkat 3,96% alias Rp 2.082 per kg, dari Rp 52.615 menjadi Rp 54.697 per kg.

Sementara itu, cabe merah TW naik 3,84% alias Rp 2.306 per kg dari Rp 60.069 menjadi Rp 62.375 per kg. Adapun cabe rawit hijau mengalami kenaikan 3,05% alias Rp 1.773 per kg, dari Rp 58.166 menjadi Rp 59.939 per kg.

Hasudungan menjelaskan kenaikan nilai komoditas hortikultura tersebut dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah produsen. Curah hujan nan tetap tinggi menyebabkan produksi menurun akibat kualitas hasil panen nan terdampak dan meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

"Kenaikan nilai komoditas hortikultura tersebut disebabkan kondisi curah hujan nan tetap tinggi di wilayah produsen mengakibatkan penurunan produksi akibat penurunan kualitas dan meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)," ujarnya.

Tak hanya aspek cuaca, Hasudungan mengatakan kenaikan nilai juga dipicu meningkatnya permintaan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.

"Menjelang seremoni Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha terjadi peningkatan permintaan pasar sehingga menyebabkan kenaikan nilai komoditas cabe dan bawang," imbuhnya.

Dia menambahkan Dinas KPKP DKI Jakarta terus melakukan pengawasan nilai pangan secara rutin, baik melalui pemantauan langsung di lapangan maupun lewat aplikasi pemantauan nilai pangan, salah satunya Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).

(bel/yld)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News