Cuma Garuk Punggung, Pria Ini Cuan Rp 220 Juta Sebulan

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Jakarta -

Siapa sangka buahpikiran sederhana bisa menjadi 'tambang' uang? Bermodalkan jasa garuk punggung, seorang laki-laki di China bagian selatan sukses membangun jaringan upaya nan mencetak cuan hingga 100.000 yuan alias sekitar Rp 220 juta (kurs Rp 2.200 per Yuan China) setiap bulan.

Melansir SCMP, Rabu (9/9/2026), upaya unik ini dipelopori oleh Zhang Xiaoqiao (32 tahun). Ia pertama kali membuka upaya garuk punggung tersebut di Distrik Baoan, Shenzhen, pada awal Mei 2026. Hanya berselang satu bulan, dia membuka gerai bagian di Distrik Futian.

Pada dasarnya Zhang bukanlah orang baru dalam menjajaki usaha-usaha baru. Setelah lulus dari universitas nan kurang dikenal, dia sempat mencoba tujuh pekerjaan berbeda dalam satu tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menginjak usia 30 tahun, dia telah mendirikan dua perusahaan di sektor e-commerce lintas batas, meskipun keduanya kesulitan untuk meraih kesuksesan. Hingga dua tahun lalu, dia juga sempat berkecimpung di industri konten kreator, namun kandas memberikan akibat nan signifikan.

Sampai tahun lampau dia secara tidak sengaja menemukan sebuah klip nan menampilkan seorang wanita sedang menggaruk punggung suaminya nan gatal saat sedang melihat-lihat video pendek di media sosial. Ia memandang banyak penonton berkomentar bahwa mereka bersedia bayar seseorang untuk melakukan perihal nan sama untuk mereka.

Zhang terkenang kenangan masa mini saat ayahnya sering menggaruk punggungnya, sesuatu nan membantunya tidur nyenyak, dan perihal itulah nan kemudian menginspirasinya untuk membuka jasa layanan garuk punggung ini

Cuan Besar dari Jasa Garuk Punggung

Dengan mengusung merek Suma, staf nan dipekerjakan Zhang mengenakan perangkat bantu berbentuk kuku runcing nan dirancang untuk menggaruk tubuh pengguna secara lembut saat mereka berebahan tengkurap, mirip dengan suasana tempat pijat.

Dengan tarif 300 yuan alias Rp 660.000 per jam, jasa ini bermaksud untuk meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Sesekali, staf bakal menggaruk area tubuh tertentu nan terasa gatal untuk membantu pengguna rileks, apalagi memancing tawa.

"Di kota-kota besar, orang-orang umumnya mengalami tingkat stres nan tinggi. Akibatnya, jasa ini sangat diminati," ungkap Zhang.

Karena belum ada jenis jasa seperti ini di China, Zhang kudu melakukan riset dan mengembangkan teknik menggaruk nan efektif secara berdikari dari nol. Namun usahanya ini betul-betul memberikan buah nan manis.

Pasalnya kedua gerainya ini secara total sukses meraup pendapatan kotor sebesar 100.000 yuan alias Rp 220 juta setiap bulan. Berkat itu, dirinya bisa mencapai titik break-even point namalain kembali modal dalam waktu singkat dan mulai mencetak keuntungan.

"Kami melayani pengguna laki-laki maupun wanita, dengan pengguna laki-laki mencakup sekitar 70%," ujar Zhang.

"Beberapa pengguna mengatakan jasa kami lebih menenangkan dibandingkan pijat pada umumnya, sehingga kami mempunyai pedoman pengguna setia nan kembali menggunakan jasa kami," sambungnya.

Kini Zhang berencana membuka 100 gerai di seluruh negeri. Di luar itu dia berambisi agar jasa garuk punggung ini dapat diakui sebagai pekerjaan secara luas.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance