Collina Bela Wasit yang Memimpin Laga Argentina vs Mesir

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Collina Bela Wasit nan Memimpin Laga Argentina vs Mesir Hossam Hassan, Pelatih Kepala Mesir, berdebat dengan wasit asal Prancis, Francois Letexier, selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta pada 7 Juli 2026 di Atlanta, Georgia.((AFP))

KETUA Perwasitan FIFA Pierluigi Collina menilai keputusan wasit Francois Letexier pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina menghadapi Mesir sudah tepat. Dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis (9/7), Collina menilai Letexier sudah mengambil keputusan nan tepat pada beberapa kejadian nan terjadi pada pertandingan tersebut.

Collina menegaskan setiap keputusan nan diambil wasit pada sebuah pertandingan, terutama sebuah gol sudah melalui peninjauan panjang dan dia mengambil contoh ketika gol penyerang Mesir Mostafa Zico bisa dianulir. Sosok berkebangsaan Italia tersebut menjelaskan tidak ada batas nan ditentukan mengenai jarak dari gawang alias lama antara kejadian dan gol.

"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez," jelas Collina.

"Kami beranggapan bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak 'jelas' alias tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi," sambung dia.

Collina juga mengambil contoh gimana keputusan wasit Letexier sudah tepat mengenai tidak menganggap Mohamed Salah dilanggar di kotak penalti sebelum terjadinya gol ketiga Argentina pada laga itu.

Dirinya menilai perihal tersebut tidak dapat dinilai sebagai pelanggaran karena Julian Alvarez mengenai bola terlebih dulu sebelum melakukan kontak dengan Mohamed Salah.

"Sekali lagi, contoh kejadian ini terlihat di akhir pertandingan nan sama; wasit dan VAR menilai kontak bentuk antara pemain nomor punggung 10 Mesir, Mohamed Salah, dan pemain nomor punggung 9 Argentina, Julián Alvarez, sebagai kontak nan wajar dalam permainan sepak bola," ungkap Collina.

Collina melanjutkan selalu ada subjektivitas dalam beberapa keputusan, bakal tetapi dirinya cukup senang gimana prinsip-prinsip utama dapat diterapkan dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Selanjutnya Collina tidak melarang orang untuk melakukan obrolan konstruktif mengenai keputusan dari wasit, namun dia menentang hal-hal nan sudah melalui pemisah kewajaran.

"Tentu saja, obrolan nan membangun mengenai keputusan bakal selalu menjadi bagian dari sepak bola, namun tuduhan tak berdasar tidak mempunyai tempat dalam olahraga kita," tegas Collina.

"Tidak ada seorang pun nan boleh mempertanyakan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Hal semacam itu dapat memicu reaksi nan berujung pada ancaman terhadap mereka dan family mereka. Ini adalah perihal nan tidak dibenarkan," pungkasnya. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia