Clive Davis Meninggal Dunia di Usia-94, Selamat Jalan Eksekutif Musik Legendaris Penemu Whitney Houston

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Clive Davis Meninggal Dunia di Usia-94, Selamat Jalan Eksekutif Musik Legendaris Penemu Whitney Houston Dunia musik berduka. Clive Davis, sosok legendaris nan mengorbitkan Whitney Houston hingga Bruce Springsteen, meninggal bumi di usia 94 tahun.(AFP)

CLIVE Davis, salah satu eksekutif musik paling berpengaruh dalam sejarah musik rock dan pop, meninggal bumi pada usia 94 tahun. Mantan ketua Columbia dan Arista Records ini merupakan sosok bertangan dingin nan membentuk pekerjaan para diva dan musisi besar dunia, mulai dari Aretha Franklin, Bruce Springsteen, Whitney Houston, hingga Alicia Keys.

Pihak family menyatakan Davis baru-baru ini sempat dirawat di rumah sakit lantaran masalah pernapasan. Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani pemulihan di kediamannya di Manhattan, New York.

"Bagi dunia, ayah kami adalah legenda musik ikonis nan visi, naluri, dan pengejaran keunggulannya nan tiada henti telah membentuk soundtrack dari kehidupan banyak orang," ungkap family Davis dalam sebuah pernyataan resmi. "Bagi keluarganya, Clive adalah Ayah dan Kakek, kehadiran nan menenangkan di pusat kehidupan kami."

Lahir di Brooklyn pada 4 April 1932, Davis merupakan lulusan Harvard Law School nan awalnya tidak mempunyai latar belakang di industri musik saat pertama kali bekerja di Columbia Records pada usia 28 tahun. Namun, hatikecil tajamnya segera mengubah peta musik bumi setelah dia dipromosikan menjadi presiden label tersebut pada 1965.

"Saya tidak selalu mempunyai telinga (yang peka terhadap musik), tetapi saya rasa saya mengembangkannya," ujar Davis semasa hidupnya. "Tetapi ketika Anda memandang seorang Janis Joplin alias Bruce Springsteen, Anda bakal tahu."

Penghormatan mengalir dari para musisi nan dia besarkan, termasuk rocker legendaris Bruce Springsteen nan direkrut Davis saat tetap berumur 22 tahun.

"Saya bersungkawa atas kematian 'pria rekaman nan hebat' dan seorang 'sahabat dekat'," tulis Springsteen di Instagram. "Dia memperlakukan saya dengan rasa hormat dan kebaikan nan sama sebagai seorang pemuda usia 22 tahun nan bukan siapa-siapa, sama seperti nan dilakukannya setelah semua kesuksesan saya. Seorang laki-laki nan hebat."

Salah satu pencapaian terbesar Davis adalah saat dia mengorbitkan Whitney Houston pada 1985. Insting kuat Davis terbukti saat dia bersikeras agar lagu I Will Always Love You jenis Houston diawali dengan bagian a capella selama 40 detik, sebuah keputusan nan sempat ditentang produser namun akhirnya sukses merajai tangga lagu dunia.

Sepanjang 60 tahun berkarier, Davis sukses memenangkan lima Grammy Awards dan namanya diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame tahun 2000. Baginya, kunci kesuksesan di industri ini adalah kepercayaan penuh pada kekuatan musik itu sendiri.

"Musik adalah bahan nan sangat diperlukan dalam kehidupan manusia," kata Davis dalam sebuah wawancara tahun 2016. "Tidak peduli revolusi teknologi apa nan sedang terjadi, kudu dipahami bahwa musik tidak bakal usang. Manusia memerlukan musik... Ini adalah bahan dasar alami nan sangat krusial untuk menikmati hidup sepenuhnya." (BBc/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia