Tangerang, CNN Indonesia --
Kemenkes menyatakan sejauh ini program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 82 juta orang di seluruh Indonesia.
Dari pemeriksaan tersebut, masalah kesehatan nan banyak ditemukan ialah glukosuria melitus dan hipertensi.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah menargetkan cakupan program CKG mencapai 130 juta orang pada 2026. Jumlah tersebut setara dengan 46 persen dari jumlah masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai hari ini sudah 81,4 juta. Mungkin dengan tambah hari ini 600.000, berfaedah sudah 82 juta lantaran tiap hari minimal 600.000 orang CKG di seluruh Indonesia," kata Benjamin, Kamis (20/8).
Menurutnya, glukosuria melitus dan hipertensi menjadi dua masalah kesehatan nan paling banyak ditemukan melalui pemeriksaan CKG.
Benjamin menerangkan bagi warga yang teridentifikasi penyakit glukosuria melitus dan hipertensi bakal mendapatkan penanganan lanjutan dengan dirujuk ke puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit.
"Begitu ditemukan hipertensi alias diabetes, dikasih obat dan langsung diarahkan ke puskesmas untuk selanjutnya pengobatan. Jika puskesmas mengalami kesulitan, bisa dilanjutkan dirujuk ke rumah sakit," jelasnya.
Menurutnya, penyakit hipertensi maupun glukosuria bukan penyakit nan bisa diabaikan. Sebab, hipertensi nan tidak ditangani dapat meningkatkan akibat komplikasi, seperti kandas jantung dan stroke.
Sementara glukosuria melitus nan tidak mendapatkan penanganan dapat berkembang dan menyebabkan gangguan kegunaan ginjal. Dalam kondisi tertentu, pasien apalagi memerlukan terapi cuci darah.
Benjamin bilang berasas info dari Kementerian Kesehatan saat ini terdapat sekitar 156.000 orang nan menjalani cuci darah.
"Dengan pemeriksaan cek kesehatan gratis, nan pertama, kita di Indonesia ini begitu banyak orang kena cuci darah. Hari ini ada 156.000 orang cuci darah," sebutnya.
Benjamin menjelaskan, CKG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendeteksi gangguan kesehatan masyarakat sejak dini. Dengan penemuan lebih awal, penyakit dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi nan lebih serius.
"Kita mau agar mumpung ketahuan ada hipertensi, langsung kita obati sehingga mereka bisa usia panjang dalam keadaan sehat," jelasnya.(dod)
(dod/kid)
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·