Cianjur Jadi Tiga Besar Terbanyak Pengirim Pekerja Migran Unprosedural

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Cianjur Jadi Tiga Besar Terbanyak Pengirim Pekerja Migran Unprosedural KORBAN DUGAAN TPPO: Seorang penduduk Cianjur, Ai Juariah, sukses dipulangkan dari Libya setelah diduga menjadi korban TPPO.(MI/Benny Bastiandy)

KEPALA Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Komisaris Besar Singgih Hermawan menjelaska ada tiga wilayah di Jawa Barat nan selama ini warganya cukup banyak menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Ironisnya, mereka rata-rata berangkat tanpa prosedur nan sah namalain nonprosedural.

"Cianjur ini salah satu tempat alias kabupaten nan banyak tenaga kerja alias pekerja migran unprosedural ke luar negeri. Cianjur ini termasuk nan tiga besar setelah Indramayu dan Cirebon," kata Singgih di Cianjur, belum lama ini.

Untuk mencegah terjadinya pemberangkatan pekerja migran nonprosedural, terutama di Kabupaten Cianjur, BP3MI Jawa Barat tentunya bakal berkoordinasi dengan pemerintah wilayah maupun aparatur kepolisian setempat. Termasuk dengan pemerintah desa nan lebih mengetahui kondisi warganya di lapangan.

"Kami berambisi kerjasama antara KP2MI (Kementerian P2MI) dengan Pemkab Cianjur, Polres Cianjur, kemudian Dinas PPA bisa memetakan penduduk alias calon-calon nan mau berangkat secara unprosedural ke luar negeri," tegasnya.

Pekerja migran unprosedural relatif cukup rawan mendapatkan persoalan di tempatnya bekerja. Di sisi lain, mereka tidak mempunyai agunan apapun ketika dihadapkan dengan permasalahan.

"Cukup banyak (PMI nan bermasalah). Termasuk kemarin pak KDM (Gubernur Jawa Barat) memulangkan dari Arab. Kemudian ada dari Asia Pasifik. Setiap saat selalu saja ada nan dipulangkan," pungkasnya.

Beberapa hari lalu, salah seorang penduduk Cianjur sukses dipulangkan dari Libya. Warga berjulukan Ai Juariah itu diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Kami mengimbau kepada masyarakat nan mau bekerja di luar negeri agar melalui jalur resmi. Kalau ragu-ragu, silakan berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Cianjur," kata Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian. 

Wahyu memastikan, calon PMI nan berangkat melalui jalur resmi, maka bakal ada beragam jaminan. Tak hanya pelindungan, tapi juga agunan tempat bekerja maupun jenis pekerjaan.

"Apabila terjadi hal-hal nan tak diinginkan, maka ada kompensasi ataupun agunan kesehatan," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia