China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik

Sebuah gambar nan dirilis oleh Angkatan Laut PLA China menunjukkan uji coba rudal balistik, 6 Juli 2026. (Foto: Angkatan Laut China / X)

BEIJING - Sebuah kapal selam nuklir China meluncurkan rudal balistik jarak jauh dengan hulu ledak tiruan ke Samudra Pasifik pada Senin, (6/7/2026). Ini menandai uji coba pertama jenis ini sejak tahun 2024.

“Peluncuran uji coba ini merupakan bagian rutin dari training tahunan Angkatan Laut PLA China,” kata Juru Bicara Angkatan Laut, Wang Xuemeng, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir RT. “Pihak China telah memberi tahu negara-negara mengenai sebelumnya.”

“Peluncuran uji coba ini sesuai dengan norma internasional dan praktik internasional serta tidak ditujukan pada negara alias sasaran tertentu,” tambah Wang.

Juru bicara tersebut mengatakan rudal berkapabilitas nuklir itu “mendarat tepat di dalam perairan nan ditentukan.” CNN, mengutip sumber regional, melaporkan bahwa rudal itu mendarat di dekat area ekonomi eksklusif Kiribati alias Tuvalu.

Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, dan Jepang mengutuk uji coba tersebut sebagai eskalasi nan berbahaya. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Thomas Pigott, mengatakan “peningkatan senjata nuklir Beijing nan sigap dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi area dan dunia.” Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menuduh Tiongkok mendestabilisasi kawasan, menggambarkan aktivitas militernya sebagai “kurang transparan dan meyakinkan.”

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menepis kritik tersebut, dengan mengatakan bahwa uji coba itu dilakukan dengan “cara nan aman, standar, dan profesional.” Ia mendesak semua negara untuk “tidak terlalu mempermasalahkannya.”

AS dan China telah berganti isyarat hangat dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS, Donald Trump, berjumpa dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing pada bulan Mei selama kunjungan nan menurut kedua belah pihak berjalan ramah. Trump menyatakan pada Senin bahwa dia mengharapkan Xi untuk mengunjungi AS pada akhir September. Xi sebelumnya mengucapkan selamat kepada Trump atas peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com