Gelandang dan penyerang Lens buka-bukaan soal atmosfer luar biasa fans hingga prediksi jitu pembimbing nan bawa mereka cetak sejarah juara Coupe de France.(RC Lens)
RC Lens sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah klub setelah resmi merengkuh gelar juara Coupe de France. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang sekaligus melengkapi musim luar biasa nan mereka jalani. Keberhasilan memecahkan kebuntuan trofi ini disambut emosional oleh para penggawa Lens nan merasa atmosfer pertandingan terasa sangat magis.
Gelandang Lens, Adrien Thomasson, mengakui bahwa support luar biasa dari para suporter nan memadati stadion memberikan daya nan luar biasa sejak awal laga.
"Sebelum pertandingan, kami terus meyakinkan diri sendiri bahwa kami bermain di rumah. Sejujurnya, kami merinding saat keluar untuk pemanasan. Sepanjang pertandingan, para fans terus mendorong dan mendukung kami. Kami tahu mereka bakal datang dalam jumlah besar, tetapi kami tetap merasa kagum. Adalah sebuah anomali bahwa klub ini belum pernah memenangkan gelar Coupe de France. Sekarang, perihal itu sudah teratasi," ujar Thomasson.
Kebahagiaan serupa terpancar dari penyerang Lens, Florian Thauvin. Baginya, trofi ini terasa sangat spesial lantaran merupakan gelar pertamanya berbareng klub. Saat melakukan victory lap untuk merayakan kemenangan berbareng suporter, Thauvin apalagi terkenang momen epik saat dirinya menjuarai Piala Dunia berbareng Timnas Prancis.
"Saya sangat mau membawa pulang trofi pertama saya berbareng klub. Itulah nan sukses kami lakukan bersama-sama, secara kolektif. Sejujurnya, kami menjalani musim nan luar biasa dan kami sukses mencetak sejarah klub dengan menang hari ini," kata Thauvin.
"Itu terasa magis, saya merasa seperti mengulang kembali saat kami merayakan trofi Piala Dunia berbareng tim Prancis (pada 2018), ketika kami kembali untuk merayakannya berbareng publik. Ini adalah kenangan nan bakal terus membekas, perihal seperti ini tidak sering terjadi dalam sebuah karier, jadi Anda kudu menikmatinya."
Di sisi lain, kiper Lens, Robin Risser, juga tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia juga menceritakan momen krusial saat gawangnya nyaris kebobolan oleh sundulan pemain Nice, Antoine Mendy, di menit-menit akhir.
"Ini adalah momen-momen emosional lantaran kami tahu kami sedang mencetak sejarah malam ini. Klub ini sudah lama layak mendapatkan trofi ini. Kami mau memberikan sentuhan akhir nan manis pada musim nan luar biasa ini," tutur Risser.
"Memang betul dia melakukan sundulan nan bagus. Dia muncul entah dari mana. Itu juga merupakan keberuntungan nan Anda miliki dalam momen-momen seperti ini. Dan saya berterima kasih kepada tiang gawang saya lantaran telah menyelamatkan saya."
Penyerang Lens lainnya, Odsonne Édouard, menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari ramalan sang pembimbing sejak awal musim nan terbukti menjadi kenyataan.
"Kami mencetak sejarah malam ini. Ini adalah golongan nan luar biasa, kami mempunyai musim nan sangat baik, kami menyelesaikannya dengan langkah terbaik. Sejujurnya tidak (mengira), saya berambisi bisa menjalani musim nan baik lantaran kami mempunyai golongan nan bagus dengan pemain-pemain nan bagus, staf nan bagus, pembimbing nan sangat baik, tetapi seiring berjalannya musim, kami mulai merangkai kemenangan, performa nan baik, dan sejak November, pembimbing memberi tahu kami bahwa kami bakal memenangkan Coupe de France dan dia menepati janjinya," pungkas Édouard. (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·