Selama 75 tahun, Toyota Land Cruiser dikenal sebagai salah satu SUV paling tangguh. Mobil ini lahir bukan sekadar untuk mengantar penggunanya dari satu tempat ke tempat lain, tetapi dirancang Toyota agar bisa melewati beragam medan dan kembali pulang dengan selamat.
Filosofi itu tetap dipegang Toyota hingga sekarang. Bahkan di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya beragam SUV modern, Land Cruiser tetap mempertahankan karakter utamanya, ialah kualitas, ketahanan, dan keandalan.
"Misi utama Land Cruiser adalah 'To Go Anywehere, Everywhere, Come Back Safe and Well'. Sebuah kendaraan nan memungkinkan semua kita dapat pergi kemana saja dan kembali dengan selamat," ujar Reza Kusuma, Marketing Planning General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat seremoni ulang tahun ke-75 Toyota Land Cruiser di GIIAS 2026.
Bagi Hartawan Setjodiningrat, filosofi itu bukan sekadar slogan. Ia membuktikannya dengan menjelajahi sekitar 110 negara menggunakan satu unit Toyota Land Cruiser VX80.
Keinginan menjelajah bumi muncul ketika dia mulai memikirkan masa pensiun di usia 40 tahun. Alih-alih menghabiskan waktu dengan aktivitas nan biasa dilakukan setelah purnatugas, dia memilih mewujudkan angan menjelajahi beragam negara menggunakan kendaraan sendiri.
"Akhirnya saya memutuskan mau berkeliling dunia, tapi tidak ikut tur. Kalau ikut tur semua sudah diatur, sedangkan jika keliling bumi dengan kendaraan sendiri kita bebas menentukan mau ke mana saja," ujar laki-laki nan berkawan disapa Om Hauwke itu.
Saat mimpi itu mau diwujudkan, dia dihadapkan pada satu keputusan penting, ialah memilih kendaraan nan sanggup menemaninya melintasi beragam negara. Setelah mempertimbangkan beberapa mobil nan dimiliki, pilihannya jatuh kepada Land Cruiser.
Keputusan itu diambil usai melakukan riset dan memandang Land Cruiser banyak digunakan oleh organisasi kemanusiaan (NGO), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), militer, kepolisian, hingga masyarakat di beragam wilayah Afrika nan terkenal dengan kondisi jalan nan menantang.
Mobil itu membuatnya berani melintasi tempat-tempat nan sebelumnya hanya ada dalam angan. Pegunungan Mongolia sampai musim dingin Rusia dengan suhu mencapai minus 30 derajat Celsius sukses dituntaskannya.
"Saya 11 tahun sudah di atas Land Cruiser terus, jadi saya ambil filosofinya. Land Cruiser bukan milik saya, tapi saya adalah bagian dari Land Cruiser lantaran mobil ini banyak mengajarkan kehidupan," ungkap laki-laki berumur 71 tahun tersebut.
Om Hauwke bilang, Land Cruiser merupakan mobil 'bandel' nan bisa memenuhi ekspektasinya untuk pergi ke medan jalan apapun secara bebas tanpa memberikan kesulitan. Apalagi, mobil ini sanggup menegak perbedaan kualitas solar di beragam negara.
Kendati demikian, perjalanan panjang tersebut bukan tanpa cobaan. Ia pernah mengalami kecelakaan hingga mobil terbalik sampai mengalami kerusakan mesin.
Ia mengatakan, kerusakan tersebut bukan disebabkan kualitas Land Cruiser, melainkan proses overhaul nan tidak mengikuti standar pabrikan setelah piston bengkok akibat kecelakaan itu.
Saat melintasi jalur Trans-Siberia dalam suhu minus 10 derajat Celsius, Om Hauwke memandang tetesan oli saat menepi untuk buang air kecil. Setelah ditelusuri, pulley depan pecah lantaran bautnya lepas usai proses turun mesin nan tidak mengikuti standar Toyota, hasilnya bagian kruk as pun ikut bengkok.
Warisan Ketangguhan Berlanjut
Bagi Toyota, kisah seperti nan dialami Om Hauwke menjadi bukti bahwa Land Cruiser bukan sekadar SUV, melainkan kendaraan nan menemani beragam perjalanan hidup penggunanya. Filosofi itu pula nan terus dipertahankan selama 75 tahun, meski model dan teknologinya terus berkembang mengikuti zaman.
Land Cruiser telah digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari kendaraan operasional profesional, ekspedisi, kejuaraan motorsport, hingga petualangan overland lintas negara. Warisan tersebut sekarang bersambung lewat kehadiran New Land Cruiser 300 HEV dan Land Cruiser FJ.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 1 Agustus 1951, Land Cruiser selalu mempertahankan tiga karakter khasnya. Salah satunya lewat bangunan bodi on-frame nan sekarang dikembangkan menjadi Toyota New Global Architecture-F (TNGA-F) agar tetap andal menghadapi beragam kondisi jalan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·