Cerita Pengacara di Jaktim Duga Rumahnya Dilempar Molotov Terkait Kasus Tanah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Api menyala di pagar rumah pengacara Sulardi (68) usai dilempar molotov oleh orang tak dikenal di Jakarta Timur. Foto: Dok. Sulardi

Pengacara Sulardi (68) mengungkap dugaan di kembali tindakan pelemparan molotov ke rumahnya nan terjadi pada Selasa (1/7). Menurutnya pelaku diduga melakukan perihal itu mengenai perkara sengketa tanah nan tengah ditanganinya.

"Sebenarnya peristiwa terjadi itu enggak serta-merta, enggak tiba-tiba kemudian terjadi itu enggak juga. Karena memang sebelumnya itu saya itu kan memperjuangkan pengguna saya nan mempunyai bagian tanah, bagian tanah itu di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat," tutur Sulardi saat ditemui di kediamannya, Minggu (5/7).

Dalam perkara sengketa tanah itu, pengguna Sulardi menang. Tanah nan diduduki sebuah perusahaan dinyatakan milik pengguna Sulardi. Dari hasil persidangan itu Sulardi dan kliennya mau mengambil alih tanah tersebut.

"Di situlah awalnya, di situ awalnya sehingga kemudian terjadi perbedaan pendapat, perbedaan pendapat, nah kemudian dilakukan ada pertemuan-pertemuan tapi juga enggak ada titik temu, titik terangnya enggak ada, solusinya enggak ada ya masing-masing bertahan. Ya, kami dengan kawan-kawan memperkuat di letak itu lantaran berasas kebenaran ya itu milik kami gitu loh, milik pengguna kami gitu," tutur Sulardi.

Pertemuan nan digelar tidak membuahkan hasil. Masing-masing pihak tetap mau menguasai tanah itu. Menurut Sulardi, teror terjadi setelah upaya mediasi tersebut.

"Dari situlah munculnya rasa tidak senang dan lain sebagainya itu kan kewenangan mereka kita juga enggak bisa apakah mereka itu suka alias tidak suka, tapi faktanya tidak ada kata sepakat dalam pertemuan itu," tuturnya.

"Maka dari itu rangkaian dari situ ya itulah terjadi pada tanggal eh pada hari Selasa alias Rabu pagi jam 02:30 itu terjadi pelemparan peledak molotov itu," tambahnya.

Sulardi menuturkan sebelum lemparan molotov, ada laporan penduduk nan memandang orang tidak dikenal mencarinya. Tidak lama teror molotov terjadi.

"Hari Senin malamnya itu memang ada laporan dari tetangga itu sudah ada orang nan tidak dikenal kemudian berupaya untuk mencari, memperhatikan sekeliling di letak tempat tinggal saya. Itu sekitar jam 22.30 malam," ujarnya.

"Nah, itu awalnya seperti itu dan kejadiannya ya jam jam Selasa pagi alias jam Rabu pagi jam 02.30 kejadiannya itu," pungkasnya.

Polisi Selidiki

Peristiwa pelemparan peledak Molotov tersebut terjadi di rumah Sulardi nan berlokasi di Jalan Mustika Ratu, Ciracas, Jakarta Timur. Kasus ini tengah diselidiki polisi.

Dalam peristiwa itu, polisi telah memeriksa dua saksi ialah Niman dan Dadang.

“Lalu para saksi memandang bahwa diduga pelaku melemparkan botol dengan indikasi (bom Molotov) ke arah pagar dari rumah korban. Kemudian diduga pelaku pergi meninggalkan tempat kejadian tersebut," ujar kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi.

Hingga kini, polisi tetap menyelidiki motif serta memburu pelaku pelemparan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan