loading...
Inisiatif sistem penyaring pesan otomatis di pusat kendali operator seluler sekarang menjadi tameng terakhir masyarakat dalam menghadapi banjir serangan penipuan digital nan kian masif dan terorganisasi. Foto: Annastasya Rizqa/Sindonews
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan sukses memitigasi potensi kerugian finansial masyarakat hingga Rp8 triliun dalam enam bulan terakhir melalui sistem anti-spam dan anti-scam nan sekarang diintegrasikan ke dalam jaringan telekomunikasi nasional.
Langkah garang ini merupakan respons kontradiktif pemerintah terhadap realitas ruang digital Indonesia nan semakin luas namun sekaligus semakin rentan terhadap penyelundupan kejahatan siber berbasis pesan dan panggilan palsu.
Di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia justru menghadapi anomali berupa "tsunami" info berbahaya.
Dalam kurun waktu separuh tahun, sistem tersebut telah mendeteksi lebih dari 2.000.000.000 (2 miliar) panggilan, pesan, dan tautan nan teridentifikasi berisiko tinggi.
Tanpa adanya filterisasi otomatis di level operator, ekonomi rumah tangga Indonesia terancam lumpuh oleh skema penipuan nan kian canggih.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam aktivitas Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026), menekankan bahwa keamanan adalah prasyarat absolut konektivitas.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·