
PT PLN (Persero) bakal memodifikasi seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batu bara berkalori rendah. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - PT PLN (Persero) bakal memodifikasi seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batu bara berkalori rendah. Langkah ini dilakukan agar hambatan operasional nan sempat menjadi salah satu aspek pemadaman bergilir beberapa waktu lampau tidak kembali terjadi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, saat ini produksi batu bara berkalori tinggi nan selama ini menjadi pemasok pembangkit mulai berkurang. Sementara itu, batu bara berkalori rendah justru produksinya lebih besar, namun kurang kompatibel dengan sejumlah pembangkit.
"Untuk itu kami juga melakukan adjustment terhadap pembangkit-pembangkit kami, nan tadinya menggunakan batu bara dengan kalori menengah atas bisa menggunakan batu bara dengan kalori low rank," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Darmawan menyebut saat ini PLTU Suralaya 6 dan 7 telah sukses melakukan penyesuaian agar dapat menggunakan batu bara berkalori rendah. Padahal sebelumnya pembangkit tersebut mengonsumsi batu bara berkalori tinggi 4.600–4.800 kcal/kg, nan sekarang produksinya mulai menipis.
"Kesuksesan retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami lakukan kajian kepantasan proyek di seluruh pembangkit PT PLN (Persero)," tambahnya.
Darmawan menyebut pekerjaan retrofit PLTU ini sudah masuk dalam rencana kerja perseroan dalam lima tahun ke depan. Diharapkan, PLTU ke depannya bisa menggunakan batu bara berkalori rendah dan menghasilkan emisi gas buang nan lebih rendah.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·