Cegah Henti Jantung, Pakar Sarankan Skrining sebelum Olahraga Berat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Cegah Henti Jantung, Pakar Sarankan Skrining sebelum Olahraga Berat Risiko serangan jantung mendadak.(Dok. RS Pondok Indah)

DOKTER ahli jantung dan pembuluh darah, Ade Meidian Ambari, menekankan pentingnya menjalani skrining alias pemeriksaan kesehatan bagi perseorangan nan berencana melakukan olahraga intensitas tinggi. Langkah ini krusial untuk meminimalkan akibat fatal, termasuk kematian mendadak saat beraktivitas fisik.

"Banyak kejadian orang-orang nan rupanya tidak di-skrining, olahraga, lampau meninggal. Harusnya olahraga meningkatkan kebugaran, tapi tanpa pemeriksaan justru bisa berbahaya," ujar Ade dilansir dari Antara, Kamis (16/7).

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) tersebut menjelaskan bahwa akibat serangan jantung meningkat drastis jika seseorang nan tidak terbiasa berolahraga langsung melakukan aktivitas berat, seperti lari maraton alias sepak bola. Skrining bermaksud mendeteksi aspek risiko, riwayat keluarga, serta indikasi awal seperti nyeri dada alias jantung berdebar.

Prosedur pemeriksaan nan disarankan meliputi elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi (USG jantung), hingga pemeriksaan darah. "Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi nan bagus, barulah seseorang disarankan memulai olahraga secara bertahap," tambahnya.

Lebih lanjut, Ade memaparkan perbedaan akibat berasas usia. Pada perseorangan di bawah 35 tahun, penyebab kematian mendadak saat olahraga biasanya dipicu oleh gangguan irama jantung. Sementara pada mereka nan berumur di atas 35 tahun, penyebab paling umum adalah serangan jantung akibat sumbatan total pada pembuluh darah koroner.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri mengikuti tren olahraga berat tanpa persiapan bentuk nan matang. Latihan fisik secara berjenjang sangat direkomendasikan sebelum terjun ke aktivitas dengan intensitas tinggi guna menjaga keamanan dan kesehatan jantung.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia