Cegah Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Terapkan 2 Hari PJJ untuk TK-SMP

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Pekanbaru -

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kondisi usai kebakaran rimba dan lahan nan terjadi (Karhutla). PJJ dilakukan bagi peserta didik PAUD, TK, SD dan SMP.

"Kita tentu tidak bisa membikin setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua nan mungkin mau anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga nan cemas dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan kudu menjadi nomor satu," kata Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

PJJ dilaksanakan pada Senin (7/9) dan Selasa (8/9). Agung menjelaskan, Pemkot Pekanbaru telah memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dalam dua hingga tiga hari terakhir, baik melalui info BMKG maupun pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan BMKG, konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB tercatat 199,23 µg/m³. Kondisi tersebut menjadi perhatian dan salah satu dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah pencegahan, terutama terhadap golongan rentan.

"Jadi keputusan ini bukan berasas perkiraan kita sendiri. Kita memandang info BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan master ahli paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, master ahli paru dr. Indra Yovi berbareng Dinas Kesehatan juga memberikan pertimbangan mengenai akibat kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terdapat peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.

Hal tersebut menjadi perhatian lantaran anak-anak, lanjut usia serta masyarakat dengan penyakit penyerta merupakan golongan nan lebih rentan terhadap paparan udara nan tidak sehat.

"Atas pertimbangan kesehatan itu, untuk satu sampai dua hari ini kita kurangi dulu paparan terhadap anak-anak. Mereka bukan diliburkan. Anak-anak tetap mendapatkan jasa pendidikan, hanya sementara dilakukan melalui sistem daring dari rumah," kata Agung.

Agung menegaskan, berasas pemantauan saat ini tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Meski demikian, kondisi asap dan kualitas udara dapat berubah-ubah, lantaran dipengaruhi arah dan pergerakan angin. Pemkot berbareng BMKG dan DLH terus melakukan pemantauan secara berkala.

"Alhamdulillah, Pekanbaru sendiri zero titik api. Tetapi kondisi asap bisa berubah mengikuti arah angin. Karena itu kita tidak mau berspekulasi. Pegangan kita tetap info dan pemantauan nan terus diperbarui," ujarnya.

Di sisi lain, berasas pemaparan BMKG, pada 8, 9 dan 10 September terdapat kesempatan hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru. Pemkot berambisi kesempatan hujan tersebut semakin meluas dan membantu memperbaiki kualitas udara.

Upaya melalui teknologi modifikasi cuaca juga diharapkan dapat membantu mendorong dan memperluas wilayah hujan di Provinsi Riau. Agung menegaskan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan.

"Ini tentu menjadi angan kita. Tanggal 8, 9 dan 10 September ada kesempatan hujan di Riau, termasuk Pekanbaru. Kita berambisi hujannya semakin merata sehingga kualitas udara kita segera membaik," kata Agung.

(wnv/wnv)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News