Jakarta -
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Doddy Zulverdi, meminta pengguna tidak perlu panik jika bank tempat menyimpan duit mengalami kegagalan namalain bangkrut. Ia menegaskan, LPS mempunyai kegunaan untuk menjamin simpanan dan meresolusi perbankan gagal.
Doddy mengatakan, saat ini LPS menjamin simpanan di 105 bank umum. Selain itu, LPS juga menjamin simpanan masyarakat di 1.400 lebih Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di seluruh Indonesia.
"Semua bank di Indonesia, baik bank umum, bank umum itu apa sih? Ya kayak bank-bank besar ya, itu sekarang ada 105 bank umum, itu semuanya dijamin sesuai ketentuan. Dan juga ada BPR, BPR itu ada 1.400 lebih, itu pun semuanya dijamin. Jadi, itu nan kudu dipegang dulu. Jadi tenang," kata Doddy dalam aktivitas Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Doddy mengingatkan pengguna untuk memastikan simpanannya memenuhi tiga syarat penjaminan LPS alias 3T, ialah Tercatat, Tingkat Suku Bunga, dan Tidak Melanggar Hukum. Karena itu, dia meminta pengguna memastikan adanya bukti pencatatan saat membuka rekening di bank.
"Kalau mendaftarkan ini ya, buka rekening di bank, jika datang ke cabang-cabang ya, kudu pastikan bahwa itu tercatat, minta bukunya alias apapun bukti-bukti lain. Jangan sampai hanya setor uang, kita nggak mau tahu," tegasnya.
Doddy mengatakan, perbankan sendiri mempunyai tiga peran krusial dalam menjaga perekonomian negara. Fungsi tersebut mencakup perbankan sebagai tempat penyimpanan kekayaan, sumber pembiayaan penopang aktivitas ekonomi, hingga penyedia pembayaran.
Jika salah satu kegunaan tersebut tidak berjalan, Doddy menilai perbankan tidak bakal dipercaya publik. Alhasil, perbankan mengenai tidak bisa menyalurkan pembiayaan lantaran tidak mempunyai biaya kelolaan.
"Akibatnya banyak pengusaha kita tidak bisa dapat kredit, pembiayaan, alias sistem pembayaran kita ambruk lantaran banknya tidak dapat menjalankan fungsinya, ekonomi bakal ambruk," ungkapnya.
Doddy mengatakan, kegagalan kegunaan perbankan sempat terjadi pada krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1997-1998. Pengalaman tersebut menjadi argumen utama LPS untuk menjaga perbankan di Indonesia.
Doddy menambahkan, tanda perbankan sudah tidak sehat biasanya tercermin dari suku kembang nan tinggi, likuiditas nan rendah dibanding tanggungjawab keuangannya, hingga akibat angsuran macet nan tinggi. Tingginya tingkat suku kembang perbankan juga bisa diindikasi dengan membandingkannya pada tingkat penjaminan LPS.
"Bandingkan dengan tingkat penjaminan LPS, sekarang itu tingkat kembang penjaminan LPS, jika untuk simpanan rupiah di bank umum maksimum 3,75% itu adalah tingkat kembang penjaminan LPS. Kalau di atas itu, ada nan menawarkan, saat itu berfaedah tidak dijamin. Kalau simpanannya dalam corak valas, kurs asing, tingkat kembang penjaminannya sekarang 2%. Kalau simpanannya di BPR itu sekarang 6,25%," pungkasnya.
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·