
Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas (Foto: Freepik)
JAKARTA - Masa depan Aceh tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Di kembali potensi migas nan dimiliki wilayah tersebut, terdapat modal nan tak kalah krusial ialah generasi muda nan mempunyai keberanian bermimpi, keahlian memimpin, serta wawasan untuk bersaing di tingkat global.
Semangat itulah nan mendorong Mubadala Energy berbareng SKK Migas membuka ruang lebih luas bagi pelajar Aceh untuk mengenal bumi kepemimpinan, pendidikan hingga industri energi.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui AFS Global Future Leaders Network (AFS GFLN), nan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan pengalaman baru, berinteraksi dengan lingkungan profesional, sekaligus memperluas perspektif mengenai masa depan mereka.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, mengatakan support Mubadala Energy terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda Aceh nan percaya diri, kompeten dan mempunyai wawasan global.
“Melalui support Mubadala Energy terhadap AFS GFLN nan bekerja sama dengan SKK Migas, sektor industri hulu migas bangga dapat turut membina generasi pemimpin nan percaya diri, kompeten, dan berwawasan global,” kata Yanin dalam keterangannya, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, pengalaman dan pengetahuan nan diperoleh para peserta diharapkan tidak berakhir pada diri mereka sendiri. Dalam jangka panjang, generasi muda tersebut diharapkan bisa membawa faedah kembali bagi masyarakat Aceh dan lingkungan nan lebih luas.
Persiapkan SDM di Industri Migas
Bagi SKK Migas, program semacam ini mempunyai makna lebih luas. Pengembangan sumber daya manusia dipandang sebagai bagian dari upaya memastikan faedah industri hulu migas dapat terus dirasakan masyarakat, apalagi dalam jangka panjang.
Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat Divisi Formalitas SKK Migas Roy Widiartha mengatakan, pendidikan dan pengembangan kepemimpinan merupakan investasi sosial jangka panjang.
“SKK Migas memandang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan sebagai investasi sosial jangka panjang. Melalui AFS GFLN, kami mau membangun jejaring calon pemimpin bangsa dari wilayah operasi migas nan mempunyai wawasan global, berakar pada nilai-nilai lokal, dan siap kembali memberikan kontribusi bagi daerahnya,” ujar Roy.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan faedah kehadiran industri hulu migas tidak hanya diukur dari produksi minyak dan gas, tetapi juga dari tumbuhnya kapabilitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Inilah salah satu langkah kami mempersiapkan agar faedah kehadiran industri hulu migas tetap tumbuh dan berkelanjutan, apalagi melampaui masa operasi,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·