Cadangan Devisa RI USD 146,2 Miliar, BI Sebut Masih Kuat Jaga Rupiah

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Petugas menata duit tunai sebelum didistribusikan melalui instansi bagian dan mesin ATM di Pooling Cash Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD 146,2 miliar. Bank Indonesia (BI) menilai level tersebut tetap berada dalam posisi kuat untuk menopang ketahanan eksternal nasional, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem finansial di tengah ketidakpastian dunia nan tetap tinggi.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi persediaan devisa saat ini juga tetap jauh di atas ukuran kecukupan internasional. Berdasarkan kalkulasi BI, jumlah tersebut setara dengan sekitar 114 persen dari standar kecukupan persediaan devisa nan ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Posisi persediaan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD 146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem finansial nasional,” kata Denny dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Menurut BI, kondisi persediaan devisa nan tetap tinggi menjadi salah satu alas utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Terutama saat pasar dunia tetap dibayangi ketidakpastian akibat dinamika ekonomi dan geopolitik internasional.

Denny menjelaskan, BI bakal terus mengelola persediaan devisa secara terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mempertahankan kepercayaan pelaku pasar, dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo berbareng Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono, Aida Budiman, dan Ricky Gozali mengikuti raker dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

“Bank Indonesia senantiasa mengelola persediaan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memastikan posisi persediaan devisa Indonesia tetap kondusif meski digunakan untuk menopang stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar.

BI mengakui intensitas intervensi di pasar kurs asing belakangan ditingkatkan untuk meredam gejolak nilai tukar. Namun, otoritas moneter menilai ruang nan dimiliki tetap cukup besar lantaran persediaan devisa berada jauh di atas pemisah kecukupan internasional.

Perry juga menegaskan tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak berasal dari aspek eksternal dan kebutuhan musiman, seperti pembayaran dividen, tanggungjawab utang luar negeri, hingga kebutuhan devisa perjalanan haji pada periode April-Juni.

Meski demikian, BI tetap optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Bank sentral juga tetap mempertahankan proyeksi rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun di kisaran Rp 16.200-Rp 16.800 per dolar AS, sejalan dengan dugaan makro pemerintah dan DPR.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan