Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintahannya bakal menghentikan pencurian kekayaan alam Indonesia. Namun, upaya ini butuh waktu dan tidak bisa instan dilakukan.
Prabowo menekankan dirinya sebagai presiden tak punya tongkat ajaib seperti Nabi Musa dan Nabi Sulaiman. Namun, upaya pemerintah menghentikan pencurian kekayaan alam saat ini sudah sangat serius.
"Saya berkeinginan berbareng tim saya untuk menghentikan kekayaan Indonesia dicuri kerabat sekalian, mungkin perihal ini tidak segera memperlihatkan hasil.Tapi saya selalu katakan, Presiden Republik Indonesia tidak punya tongkat ajaib, saya tak punya tongkat Nabi Musa alias Nabi Sulaiman," tegas Prabowo dalam aktivitas Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan 2026, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pemerintah, kata Prabowo, mirip seperti para petani. Semua nan ditanam butuh waktu untuk panen, misalnya padi saja butuh 3 bulan untuk bisa dipanen. Usahanya menghentikan kekayaan alam dicuri pun sama, butuh waktu untuk memanen hasilnya.
"Saudara petani dan nelayan, kau tanam beras tanam padi, kan 3 bulan baru ada hasil. Kalau tanam kelapa sawit, 5 tahun baru ada hasil, tanam singkong 10 bulan baru ada hasil," ujar Prabowo.
Dia meyakinkan usahanya memang tidak segera memberikan hasil, namun dipastikan dalam waktu dekat Indonesia bakal mendapatkan manfaat. Salah satunya adalah usahanya untuk menggenjot produksi pangan dan membuahkan hasil berupa status swasembada pangan.
"Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai terlihat upaya kita, sudah terlihat di depan mata, bukan di depan mata, tapi nyata, ialah swasembada pangan," pungkas Prabowo menekankan.
(hal/hal)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·