Makassar, CNN Indonesia --
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg merespon puluhan siswa SMP di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tentunya kita bekerja sesuai dengan SOP nan ada untuk memastikan kejadian ini. Saya sudah sampaikan ke semua ketua rumah sakit bahwa ini kudu ditangani sesegera mungkin dan seoptimal mungkin," kata Zadrak kepada wartawan, Kamis (3/9).
Meski info awal menyebut kondisi para siswa diduga dipengaruhi makanan MBG, pemerintah wilayah belum memastikan penyebabnya. Pemeriksaan dan penanganan medis tetap dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa serta penyebab gangguan kesehatan tersebut
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi nan ada lantaran pengaruh makanan MBG, tapi kita bakal lihat dulu, ya. Tentunya kita bekerja sesuai dengan SOP nan ada untuk memastikan kejadian ini," katanya.
Zadrak mengatakan seluruh rumah sakit telah diminta memberikan penanganan secara maksimal kepada para siswa.
"Kita berambisi ini bisa teratasi dengan baik. Anak-anak kita bisa dirawat dengan baik dan maksimal oleh ketiga rumah sakit nan ada di Kabupaten Tana Toraja," ujarnya.
Zadrak merinci, sebanyak 31 siswa dirawat di Rumah Sakit Lakipadada. Kemudian 27 siswa menjalani perawatan di Rumah Sakit Sinar Kasih, sementara 22 siswa lainnya dirawat di Rumah Sakit Fatimah.
"Rumah Sakit Lakipadada itu merawat 31 siswa. Kemudian di Rumah Sakit Sinar Kasih itu merawat 27 siswa kita. Kemudian di Rumah Sakit Fatimah merawat 22," ujarnya.
MBG nan diberikan kepada siswa tersebut terjadi pada Rabu (2/9), menu nan disantap siswa yakni, nasi, ayam, sayur, tempe dan melon. Namun, para siswa diduga mengalami tidak sehat badan pada malam harinya.
(mir/fra)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·