Bupati Sebut Cianjur Terdampak Signifikan El Nino

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Bupati Sebut Cianjur Terdampak Signifikan El Nino APEL GELAR PASUKAN: Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, memeriksa pasukan pada aktivitas apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanganan karhutla di Mapolres Cianjur, Selasa (11/8/2026).(MI/Benny Bastiandi)

KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, termasuk salah satu wilayah nan signifikan terdampak El Nino. Kondisi itu ditandai dengan meningkatnya eskalasi kebakaran rimba dan lahan. 

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, serta BMKG menyebut El Nino tetap berjalan cukup kuat. Bahkan, kondisinya diprediksi sangat kuat.

"Menurut prediksi BMKG, El Nino saat ini tetap melangkah dengan kondisi kuat menuju ke sangat kuat. Kabupaten Cianjur nan terletak pada bagian selatan Jawa itu termasuk salah satu nan terdampak cukup signifikan dengan kondisi cuaca saat ini," kata Wahyu, Selasa (11/8). 

Wahyu menyebutkan, eskalasi kejadian karhutla akhir-akhir dilaporkan mulai meningkat. Salah satu nan mendapat atensi kebakaran di area Gunung Gede Pangrango.

"Yang baru-baru ini terjadi di Gunung Gede," ucapnya. 

Wahyu mengapresiasi beragam pihak nan turut terlibat pada penanganan kebakaran vegetasi di area Gunung Gede Pangrango. Secara berjenjang api sudah mulai teratasi. 

"Alhamdulillah berkah kerja sama dari seluruh pihak, kebakaran ini kemudian bisa teratasi," tutur Wahyu.

Wahyu menyebut, info nan diterimanya, luasan lahan vegetasi nan terbakar di area Gunung Gede Pangrango mencapai 20 hektare. Faktor penyebabnya tetap terus didalami.

"Untuk penyebab pastinya kami bakal melakukan pendalaman terlebih dahulu, lantaran kami mendapatkan beragam info antara aspek alam dan juga aspek manusia," ungkap dia.

Kalaupun terbukti ada aspek kelalaian manusia pada kebakaran di area Gunung Gede Pangrango, maka dipandang perlu segera ditindaklanjuti. Apalagi sampai merugikan masyarakat maupun pemerintah.

"Apabila terjadi kerugian nan dirasakan masyarakat maupun pemerintah, ini bakal kami tindak lanjuti dan bakal diproses sesuai patokan norma nan berlaku," imbuh dia.

Wahyu memandang perlu dilakukan beragam upaya pencegahan agar potensi karhutla bisa diminimalkan. Karena itu, koordinasi seluruh pihak sangat dibutuhkan, terutama Forkopimda serta para relawan. 

"Dengan kondisi nan berkembang saat ini, upaya nan kami bakal menyiagakan armada-armada untuk pemadaman api, termasuk juga dari rekan-rekan Forkopimda dan desa-desa, semua menyiagakan armadanya. Kami juga menyiagakan early warning system agar kemudian segala laporan bakal tindak lanjuti secara cepat," pungkasnya. (BB/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia