Jakarta -
PT MRT Jakarta (Perseroda) membangun ruang multifungsi (extended concourse) Stasiun MRT Bundaran HI nan bakal terhubung dengan sejumlah bangunan. Proyek ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 200 miliar.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Yulham Ferdiansyah Roestam mengatakan proyek ini merupakan ekspansi area jasa Stasiun MRT Bundaran HI nan didesain seluas 4.439 meter persegi.
Saat ini, pekerjaan tengah berfokus di area bawah Halte Transjakarta Bundaran HI Astra untuk membuka dua akses muara baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua akses tersebut antara lain Muara Barat nan terhubung dengan Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt, serta Muara Timur nan tersambung dengan Wisma Nusantara dan Hotel Pullman. Yulham menambahkan, proyek ini dibangun dengan support biaya Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
"Total kontribusi (KLB) sepertinya lebih Rp 200 miliar include pajak. (Kira-kira) Rp 181 miliar itu exclude pajak, Rp 150 miliarnya adalah untuk konstruksi, kemudian sisanya adalah untuk konsultan perencana dan konsultan pengawas," terang Yulham di area proyek Extended Concourse Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Dana KLB merupakan skema pendanaan pengganti dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun prasarana tanpa sepenuhnya berjuntai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana ini berasal dari kompensasi developer gedung nan membangun gedung melampaui pemisah patokan normal.
Extended Concourse Bundaran HI sendiri terletak 18 meter di bawah permukaan tanah dan tepat satu level di atas platform kereta MRT. Proyek ini tidak hanya didesain sebagai akses pejalan kaki nan mendukung mobilisasi, tetapi juga sebagai area multifungsi dan retail untuk beraktivitas.
Yulham menambahkan, keberadaannya terowongan ini sekaligus juga mendukung ridership
di Stasiun MRT Bundaran HI nan diestimasikan bakal meningkat hingga 6.000 penumpang, seiring dengan perpanjangan rute MRT hingga ke Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.
Ditarget Rampung Mei 2027
Proyek Extended Concourse Bundaran HI mencatatkan progres pembangunan sebesar 21,46% per Juli 2025. Ditargetkan, pada bulan Agustus ini progres pembangunan bisa tembus hingga 24%. Harapannya, akses Muara Timur dan Barat sudah bisa digunakan pada Mei 2027 mendatang.
"Diharapkan ini bakal bisa mendukung mobilitas keseluruhan dan bakal direncanakan selesai di bulan Mei 2027 untuk diresmikan oleh Pak Gubernur (Pramono Anung) di posisi bulan Juni menyambut Jakarta 5 abad," kata Yulham.
ITJ sebagai anak upaya MRT Jakarta juga telah menyiapkan interkoneksi berupa knockdown panel nan bakal tersambung langsung ke area basement 1 Plaza Indonesia dan juga basement 1 gedung Wisma Nusantara nantinya.
Selain itu, extended concourse juga disiapkan dengan support akomodasi tangga, lift, hingga eskalator di masing-masing sisi muara. Yulham menambahkan, juga bakal ada akses nan tersambung langsung antara Stasiun MRT Bundaran HI dengan Halte TransJakarta.
Dalam rencana besarnya, proyek ini bakal terhubung dengan gedung-gedung lainnya di area Bundaran HI, seperti area Hotel Mandarin Oriental serta Grand Indonesia dan Hotel Kempinski. Dengan demikian, nantinya Bundaran HI bakal punya jaringan pejalan kaki bawah tanah nan menghubungkan keempat hotel mewah di area tersebut.
(shc/hns)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·