Bukan Telur! Ini Biang Kerok Asli Lonjakan Kolesterol Saat Sarapan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Bukan Telur! Ini Biang Kerok Asli Lonjakan Kolesterol Saat Sarapan Ilustrasi(Magnific)

SELAMA berdekade-dekade, telur kerap dituding sebagai "musuh utama" penyebab kolesterol tinggi. Dengan kandungan sekitar 186 mg kolesterol pada satu butir telur berukuran besar, banyak orang memilih mencoret menu ini dari piring sarapan demi menjaga kesehatan jantung. Namun, benarkah klaim tersebut?

Studi klinis terbaru nan diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition justru mengungkap kebenaran sebaliknya. Berdasarkan riset tersebut, kolesterol dalam madarah seperti nan terkandung pada telur bukanlah pemicu utama melonjaknya kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.

Studi Terbaru: Lemak Jenuh vs. Kolesterol Makanan

Dalam studi tersebut, para peneliti membandingkan tiga pola makan (diet) nan berbeda untuk memandang dampaknya terhadap tubuh:

  1. Diet Tinggi Kolesterol, Rendah Lemak Jenuh (mengonsumsi 2 butir telur per hari).
  2. Diet Rendah Kolesterol, Tinggi Lemak Jenuh (tanpa mengonsumsi telur sama sekali).
  3. Diet Tinggi Kolesterol, Tinggi Lemak Jenuh (sebagai kontrol, hanya 1 telur per minggu).

Hasilnya mengejutkan. Konsumsi dua butir telur setiap hari tidak meningkatkan kadar kolesterol LDL. Bahkan, golongan nan rutin makan telur mempunyai kadar LDL nan sedikit lebih rendah dibandingkan mereka nan menjalani diet tinggi lemak jenuh tanpa telur.

Musuh original bagi jantung Anda adalah lemak jenuh, bukan kolesterol alami nan ada pada makanan. Lemak jenuhlah nan memegang kendali penuh dalam meningkatkan kadar LDL di dalam tubuh.

Mengapa Telur Tak Perlu Dimusuhi Lagi?

Ada beberapa argumen kuat kenapa Anda tidak perlu lagi takut mengonsumsi telur di pagi hari:

  • Beda Mekanisme: Kolesterol nan Anda makan tidak otomatis berubah menjadi kolesterol darah. Bagi kebanyakan orang, tubuh mempunyai langkah sendiri untuk menyeimbangkannya.
  • Padat Nutrisi: Telur adalah superfood murah meriah. Di dalamnya terkandung protein berbobot tinggi, vitamin B, kolin untuk otak, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin nan menjaga kesehatan mata.
  • Efek Substitusi: Telur memang tidak menurunkan kolesterol secara langsung. Namun, jika Anda mengganti menu sarapan tinggi lemak jenuh (seperti gorengan, pastry, alias daging olahan) dengan telur, maka profil kolesterol tubuh secara keseluruhan bakal membaik.

Waspada Dampak Kolesterol Tinggi

Meski telur dinyatakan aman, bukan berfaedah Anda bisa abai terhadap kadar kolesterol tubuh. Kolesterol LDL nan telanjur tinggi tetap menjadi ancaman serius jangka panjang.

Jika dibiarkan menumpuk, LDL bakal menyumbat pembuluh darah (arteri) nan memicu penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke. Selain itu, rusaknya aliran darah akibat kolesterol juga bisa berakibat jelek pada organ lain, salah satunya memicu penyakit ginjal kronis.

Tips Sarapan Telur nan Ramah Jantung

Kunci utamanya bukan menghindari telur, melainkan gimana langkah Anda memasak dan menyajikannya. Berikut tips praktisnya:

  • Hindari penggunaan mentega alias minyak goreng berlebih. Pilih opsi direbus (boiled/poached) alias gunakan wajan anti-lengket dengan sedikit minyak zaitun.
  • Singkirkan sosis, bacon, alias kornet dari piring Anda. Padukan telur dengan makanan sehat seperti alpukat, sayuran, alias roti gandum utuh.
  • Konsumsi 1 hingga 2 butir telur per hari tetap masuk dalam kategori kondusif dan sehat bagi sebagian besar orang

Intinya Telur telah menerima reputasi jelek nan tidak setara selama bertahun-tahun. Selama dikonsumsi dalam porsi wajar dan didampingi makanan rendah lemak jenuh, telur adalah menu sarapan nan sangat menyehatkan bagi jantung Anda. (BASS Medical Grup/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia