BREN Mau Akuisisi USD 5 Miliar Perusahaan Panas Bumi Filipina EDC

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
PT Barito Pacific. Foto: Piotr Swat/Shutterstock

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi mengonfirmasi telah mengusulkan tawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corporation (EDC), perusahaan panas bumi Filipina nan sahamnya dikuasai First Gen Corp. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Barito untuk memperluas upaya daya bersihnya ke pasar Filipina.

Jika transaksi ini terealisasi, nilainya berpotensi menjadikannya salah satu kesepakatan daya terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus salah satu transaksi pengambilalihan perusahaan (takeover) terbesar sepanjang sejarah Filipina.

Berdasarkan pernyataan resmi First Gen dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/7), tawaran nan diajukan Barito berkarakter tidak diminta (unsolicited), indikatif, dan tidak mengikat (non-binding). Tawaran tersebut memberikan nilai ekuitas EDC sekitar USD 5 miliar.

First Gen menegaskan, proses akuisisi ini tetap kudu melalui tahap uji tuntas (due diligence), penyusunan arsip transaksi, serta memperoleh beragam persetujuan nan diperlukan sebelum bisa berlanjut.

"Belum ada pembicaraan antara kedua pihak," kata First Gen.

Perusahaan juga menyebut belum ada arsip nan ditandatangani dan belum menunjuk penasihat finansial untuk menangani rencana transaksi ini.

Saham First Gen Melonjak 33%

Ilustrasi daya panas bumi. Foto: Heru Fajar Fitriana/Shutterstock

Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham First Gen di Bursa Manila sempat melonjak hingga 33% secara intraday, kenaikan harian terbesar sejak perusahaan ini melantai di bursa (IPO) pada 2006, sebelum akhirnya ditutup naik 18%. Lonjakan ini mengerek nilai kapitalisasi pasar First Gen menjadi sekitar USD 1,2 miliar.

Sementara itu, saham BREN di Bursa Efek Indonesia menguat hingga 4,1%. Kenaikan ini terjadi di tengah tahun nan berat bagi saham BREN, nan telah ambruk lebih dari 60% sepanjang 2026, dengan nilai kapitalisasi pasar saat ini mencapai nyaris $26 miliar.

Profil Kedua Perusahaan

Barito Renewables merupakan bagian dari Barito Pacific Group, konglomerasi asal Indonesia. Portofolio asetnya mencakup pembangkit listrik panas bumi dan tenaga angin nan dikelola oleh sejumlah anak perusahaan.

Energy Development Corporation (EDC) mempunyai sejumlah penanammodal besar di belakangnya, termasuk Macquarie Asset Management dan lembaga investasi milik pemerintah Singapura, GIC Pte. EDC sendiri sempat menarik diri secara sukarela (delisting) dari Bursa Efek Filipina pada 2018.

First Gen Corp, nan dikendalikan oleh family Lopez, merupakan perusahaan daya bersih asal Filipina dengan portofolio aset nan mencakup panas bumi, tenaga air (hidro), angin, surya, hingga gas alam.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan