BPS dan Pemerintah Perlu Sosialisasi agar tak Ada Disinformasi soal Sensus Penduduk

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
BPS dan Pemerintah Perlu Sosialisasi agar tak Ada Disinformasi soal Sensus Penduduk Sejumlah anak bermain di area permukiman Tanah Abang, Jakarta, Senin (11/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyatakan, berasas hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2025) jumlah masyarakat di Jakarta mengalami peningkatan s(ANTARA FOTO/ Rakha Raditya Yahya/dr/YU)

KETUA Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyebut penyampaian info nan tepat bakal membantu meluruskan beragam disinformasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Penduduk. Masyarakat diharapkan dapat memberikan info secara jujur.
 
Hetifah menilai tetap berkembang beragam info nan keliru mengenai Sensus Ekonomi 2026, terutama di media sosial, sehingga perlu segera diluruskan melalui sosialisasi nan lebih masif dan tepat sasaran.
 
"Ada misalnya disinformasi mengenai dengan gimana akibat dari sensus nan mungkin tidak sepenuhnya benar, termasuk media sosial perlu diluruskan," ujarnya dalam keterangan nan dikutip, Minggu (5/7).
 
Menurut Hetifah, komunikasi publik nan baik bakal membikin masyarakat sebagai responden merasa lebih tenang dan nyaman saat memberikan informasi. Dengan demikian, info nan diperoleh Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara lebih jeli sebagai dasar penyusunan kebijakan.
 
"Sehingga kelak mereka nan mungkin bakal menjadi pemberi info itu merasa lebih tenang, nyaman dan juga bisa memberikan data-data nan jujur apa adanya," katanya.
 
Ia mengakui tetap ada sebagian pelaku ekonomi nan cemas info nan diberikan bakal berakibat pada besaran pajak alias menimbulkan akibat lain nan merugikan. Karena itu, pemerintah berbareng BPS perlu terus menjelaskan bahwa tujuan sensus adalah menyediakan info berbobot untuk menghasilkan kebijakan ekonomi nan lebih tepat sasaran.
 
"Mungkin ada nan menganggap bahwa sensus ekonomi ini kelak bakal mempengaruhi nilai pajak nan kudu mereka bayar alias juga mungkin mengenai dengan beragam perihal lainnya nan dikhawatirkan oleh mereka,” ujar Hetifah.

“Nah ini nan mungkin perlu disosialisasikan lebih gencar kembali bahwa sensus ini pada akhirnya justru bakal membikin kebijakan menjadi lebih tepat bagi para pelaku ekonomi," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Hetifah menekankan pentingnya merancang strategi komunikasi nan lebih efektif. Tidak hanya memperluas jangkauan informasi, tetapi juga menggunakan pendekatan nan sesuai dengan karakter masyarakat dan pelaku ekonomi.
 
"Mungkin kita juga perlu memberikan info nan lebih luas, nan lebih tepat, nan lebih mengena dengan metode pemberian info nan juga lebih tepat sasaran kepada para pelaku ekonomi agar mereka bisa menjadi pemberi info nan baik dan juga tidak cemas alias ragu-ragu lagi," ungkapnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia